Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Selamatkan Gaza

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak awal terjadi perjanjian gencatan senjata awal 2026, masih terjadi pembunuhan massal atau genosida terhadap rakyat Gaza, Palestina setiap hari. Hal ini dikatakan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris dalam Aksi Bela Palestina dengan mengusung tema ‘Gaza for Israel, Jika Kita Tetap Diam’, di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta, Ahad (26/7/2026). 

Sehingga, ujar Kiai Nazar, digagaslah sekitar tiga pekan lalu, sebuah gerakan yang diberi nama #TheyLiedToYou atau Mereka (para penjajah) Berdusta Kepada Kamu atau mereka bohongi kamu. “Maksudnya tentang genosida ini, kita semua dibohongi para penjajah, bahwa genosida masih berlangsung padahal sudah gencatan senjata,” ucap Kiai Nazar.

Apalagi bukti kebohongan para penjajah, menurut Kiai Haris, mereka mau agar pemerintahan administrasi di Gaza diserahkan. Namun, tidak diserahkan ke mereka.“Para penjajah mau ini mau itu, bahkan yang mengerikan sebenarnya tidak dibukanya pintu perbatasan dan wilayah Gaza tinggal 33 persen,” tambahnya.

Kemudian, 1,9 juta lebih warga Gaza, atau sekitar 2 juta itu, tinggal di wilayah yang tinggal 32 kilometer dikali 3 kilometer, mungkin dalam waktu sekitar kira-kira 1-2 jam, 2 juta orang itu bisa habis dengan kemampuan militer yang dimiliki Israel jika para penjajah itu mau.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Jadi dengan kondisi ini, Indonesia harus menjadi yang terdepan, menggerakan dunia internasional atau masyarakat dunia menyelamatkan Gaza,” tegas Kiai Nazar.

Kedua, ujar dia, saat World Cup 2026 yang baru saja selesai, ada kesadaran warga dunia mengusung Palestina di dalamnya.

“Lepas dari kita yang tidak suka pada pelaksanaan World Cup-nya, tapi ternyata suasana emosionalnya dalam mendukung Palestina ada di dalam World Cup 2026,” sebutnya.

Ketiga, ditambah adanya penangkapan salah satu warga Palestina yang datang ke Indonesia yaitu Abdul Karim Raed Miqdad pada 16 Juli 2026, situasi emosional masyarakat saat ini luar biasa sehingga harus menyalurkan situasi emosional ini menjadi energi positif.

“Dengan aksi ini, kita berharap situasi emosional ini menjadi energi positif yang akan membuat masyarakat dan pemerintah bergandengan tangan yang sejak awal berkomitmen untuk dukungannya kepada Palestina,” pungkas Kiai Nazar.

Seperti diketahui bersama, Presiden Prabowo Subianto pada 23 Juli lalu, menegaskan kembali dukungannya terdahadap perjuangan kemerdekaan Palestina yang merupakan hal prinsip yang tidak dapat ditawar.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terduga Maling Ayam Tewas Dikeroyok Warga di Tabanan Bali, Putrinya Menjerit Panggil-Panggil Bapak
• 16 jam lalu
0
thumb
Obesitas jadi temuan kesehatan terbanyak di Jakarta dari hasil CKG
• 59 menit lalu
0
thumb
Taklukkan PSMS Medan, Port FC Jadi Klub Asing Pertama yang Raih Poin Penuh di Piala Presiden 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Kematian Sutrimo: Polisi Amankan Satu Unit Motor Mio hingga Sejumlah Dokumen dari TKP Klinik Mordent
• 16 jam lalu
0
thumb
Kisruh Soal Renovasi Rumah Ruben Onsu Mencuat, Nanda Persada Sayangkan Sikap Sarwendah: Hati-hati
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.