Wamen ESDM Yuliot Tanjung Soroti Peran Pemuda dalam Ketahanan Energi

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketahanan energi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kemandirian bangsa.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam salah satu sesi materi Pelatihan Kader Nasional yang diikuti oleh generasi muda Buddhis dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sesi bertema “Membangun Kemandirian Bangsa melalui Ketahanan Energi”, Wamen ESDM RI, Yuliot Tanjung, mengajak para peserta memahami keterkaitan antara energi, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, dan masa depan Indonesia.

“Energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Ketahanan energi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan industri, menggerakkan perekonomian, serta mendukung pertahanan dan pembangunan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyoroti pentingnya peningkatan produksi energi domestik, pengembangan energi baru terbarukan, efisiensi konsumsi energi, serta penguatan industri nasional melalui hilirisasi sumber daya alam.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi dan sumber daya alam yang besar. Namun, kekayaan tersebut perlu diikuti dengan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Tantangan yang dihadapi bukan hanya bagaimana mengelola sumber daya alam, tetapi juga bagaimana Indonesia dapat memperkuat penguasaan teknologi, riset, inovasi, dan kualitas sumber daya manusia,” lanjutnya.

Dalam konteks tersebut, hilirisasi menjadi salah satu strategi penting untuk mengubah posisi Indonesia dari sekadar eksportir bahan mentah menjadi negara yang mampu mengembangkan industri dan menghasilkan produk bernilai tambah.

Sesi materi juga menyoroti pentingnya entrepreneurship dalam mendorong Indonesia menuju negara maju. Generasi muda dinilai tidak cukup hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga perlu didorong untuk menciptakan lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha berbasis inovasi.

Selain itu, penguatan hubungan antara dunia pendidikan, lembaga riset, dan industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Kebutuhan industri harus diikuti dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia agar tidak terjadi kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan tenaga kerja.

Bagi para peserta Pelatihan Kader Nasional, materi tersebut menjadi bagian dari proses memperluas wawasan mengenai berbagai tantangan strategis yang dihadapi bangsa.

Kader muda diharapkan tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu membaca persoalan nasional secara lebih luas serta menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Kemandirian bangsa tidak dapat dibangun hanya melalui kepemilikan sumber daya alam. Kemandirian membutuhkan penguatan teknologi, sumber daya manusia, industri, riset, entrepreneurship, serta kebijakan yang konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui pemahaman terhadap isu strategis seperti ketahanan energi, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (wid)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Efek Anies Baswedan Masih Besar, Partai Gerakan Rakyat Ikut Diuntungkan
• 2 jam lalu
0
thumb
Kondisi fisik penyebab Indonesia terhenti pada SEA V Cup 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
The Odyssey Masih Kokoh di Puncak Box Office, Raup Rp5 Triliun di Amerika Utara
• 16 jam lalu
0
thumb
Sehari Usai Dilantik, Jampidum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak Terbang ke Makassar Hadiri Haul Syekh Yusuf dan “Ngopi”
• 13 jam lalu
0
thumb
Menjelang Musda Golkar Cianjur, 7 PK Layangkan Keberatan ke DPP
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.