Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Konflik Timur Tengah Kian Memanas

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Kelompok Houthi yang didukung Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke dua fasilitas minyak strategis milik perusahaan energi nasional Arab Saudi, Aramco, di pesisir Laut Merah.

Serangan ini menandai eskalasi terbaru konflik kawasan yang kembali memanas setelah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Yahya Saree juru bicara militer Houthi mengatakan, serangan menyasar fasilitas Aramco di Kota Jizan dan Yanbu sebagai aksi balasan atas serangan udara Arab Saudi ke wilayah Houthi di Yaman.

Menurut pernyataan Houthi, serangan mengenai fasilitas pengolahan minyak Aramco di Jizan. Hingga kini pemerintah Arab Saudi belum memberikan keterangan resmi mengenai tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Namun, laporan di lapangan menyebutkan kepulan asap tebal terlihat membumbung dari area kilang setelah serangan terjadi.

Sementara itu, di Yanbu yang merupakan pelabuhan ekspor minyak utama Arab Saudi di pesisir barat, dua rudal balistik dilaporkan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara Patriot yang dioperasikan militer Yunani berdasarkan kerja sama pertahanan dengan Riyadh.

Dilansir dari Aljazeera, ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah gencatan senjata yang berlaku sejak 2022 runtuh pada bulan ini.

Konflik kembali memanas setelah serangan terhadap Bandara Sanaa untuk mencegah pesawat Iran mendarat. Houthi kemudian membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Arab Saudi.

Pekan lalu, Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Sebagai respons, Riyadh melancarkan serangan udara ke Kota Hodeidah yang dikuasai Houthi.

Serangan terhadap fasilitas Aramco disebut sebagai balasan langsung atas operasi militer tersebut.

Eskalasi konflik memicu kekhawatiran bahwa Houthi dapat memblokade Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Jika Bab al-Mandeb dan Selat Hormuz sama-sama terganggu, distribusi minyak mentah dan berbagai komoditas penting dunia berpotensi mengalami hambatan besar yang dapat memicu lonjakan harga energi dan mengganggu rantai pasok global.

Sebelumnya, ketegangan di Selat Hormuz telah meningkat setelah Iran menyerang kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Serangan itu memicu operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Meski situasi di kawasan terus memanas, tidak ada serangan udara baru Amerika Serikat ke Iran hingga Minggu pagi waktu setempat.

Sejumlah laporan menyebut Washington dan Teheran masih bertukar pesan melalui mediator untuk membuka kembali jalur diplomasi.

Seorang pejabat senior pemerintahan Donald Trump Presiden AS mengatakan, Washington tetap mengutamakan penyelesaian melalui perundingan.

“Presiden Trump selalu menegaskan bahwa pilihannya adalah diplomasi. Namun Iran juga telah melihat apa yang akan terjadi jika mereka tidak kembali ke meja perundingan secara serius,” kata pejabat tersebut.

Trump juga mengonfirmasi komunikasi dengan Iran masih berlangsung.

“Mereka sedang berbicara dengan kami sekarang. Mereka ingin mencapai kesepakatan. Saya tidak yakin mereka sudah siap, tetapi saya bersedia mendengarkan,” ujar Trump.

Sementara itu, laporan dari Teheran menyebut para mediator telah menyampaikan sejumlah usulan kepada Iran. Namun, hingga kini belum ada kemajuan berarti karena kedua pihak masih memiliki perbedaan mendasar dan tingkat saling percaya yang rendah. (saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Politisi PDI-P: Kita Sehati dengan Pemerintah, Tapi Posisi Politik Kita yang Berbeda
• 18 jam lalu
0
thumb
Samsung dan SK Hynix Umumkan Kemitraan Pasokan Cip AS Senilai USD950 Miliar
• 21 jam lalu
0
thumb
Persib Bandung promosikan Rafi Rasyiq ke tim senior
• 5 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta Dibuka di 3 Lokasi CFD Jakarta Hari Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Wajib Waspada, Kamboja Makin Berkembang dengan Pengaruh Sepak Bola Jepang
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.