Politisi PDI-P: Kita Sehati dengan Pemerintah, Tapi Posisi Politik Kita yang Berbeda

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus PDI Perjuangan (PDI-P) Guntur Romli mengatakan, pihaknya setuju dengan Presiden RI Prabowo Subianto, di mana PDI-P dan pemerintah sehati soal bela negara.

"Setuju dan sependapat. Tidak ada perbedaan sedikit pun," ujar Guntur kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2026).

Baca juga: Prabowo: PDI-P Hatinya Sebetulnya Sama dengan Kita

Menurut Guntur, yang membedakan PDI-P dengan pemerintah hanyalah posisi politik mereka.

Dia pun mengungkit instruksi Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri agar PDI-P menjadi penyeimbang pemerintah.

"Yang membedakan kami adalah posisi politik saat ini, PDI-P berada di luar pemerintahan, memposisikan sebagai politik penyeimbang dan menjaga checks and balances, yang merupakan hasil keputusan kongres, instruksi Ketua Umum dan rakernas partai," imbuh Guntur.

Baca juga: Pramono Sindir Politisi Eks PDI-P, Pengamat: Bisa Merujuk ke 3 Tokoh, Termasuk Jokowi

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, hati PDI-P sebenarnya sama saja dengan partai-partai yang bergabung di pemerintahan.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

"Bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak masalah. Nanti juga gabung lagi. PDI-P juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Coba, cek. Dari hatinya, sebetulnya sama. UUD 1945 yang bikin bung Karno kok, bung hatta, ya, pendiri-pendiri bangsa kita. Hatinya itu sama. Hanya, belum bikin rekomendasi seperti ijtima ulama, belum. Kita enggak masalah," ujar Prabowo.

Baca juga: Sekjen PDI-P Berharap NU Tidak Ditarik ke Kepentingan Politik Praktis

Prabowo menyampaikan, kritik itu sebenarnya baik dan bisa menyelamatkan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Hanya saja, dia mengingatkan bahwa kritik jauh berbeda dari caci maki serta fitnah.

"Kritik itu baik. Kritik itu menyelamatkan. Kritik itu mengingatkan sebetulnya. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Iya kan? Kritik dengan fitnah itu beda itu. Tapi enggak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita jalankan kebenaran, kalau kita berada di jalan yang benar tidak ada masalah, kita akan terus kuat," imbuh Prabowo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kenapa Pemeriksaan Penampilan Catar Akpol Hanya Ada di Seleksi Tingkat Pusat?
• 14 jam lalu
0
thumb
Katulampa Mengering: Tekanan di Hulu Ciliwung dan Ancaman Kuat El Nino
• 22 jam lalu
0
thumb
Bimantoro Soroti Penahanan Febrie: Jangan Ada Keistimewaan dalam Penegakan Hukum
• 17 jam lalu
0
thumb
Peziarah Asal Jombang Ditemukan Meninggal di Toilet Komplek Makam Troloyo Mojokerto
• 13 jam lalu
0
thumb
Putusan MK Dinilai Harus Jadi Acuan Audit Kerugian Negara
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.