Jakarta: Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mematangkan persiapan soft launching pengaktifan kembali Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kalimantan Barat–Telok Melano, Malaysia. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pembukaan konektivitas sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di kawasan perbatasan.
"Soft launching ini perlu dipersiapkan secara matang melalui penyusunan proposal yang akan disampaikan kepada Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Delegasi Malaysia sebagai rancangan pelaksanaan reaktivasi perlintasan Indonesia-Malaysia melalui Temajuk-Telok Melano," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP Budi Setyono dalam keterangannya, dilansir Antara, Minggu, 26 Juli 2026.
Baca Juga :
Kupang Diguncang Gempa Magnitudo 5,5Persiapan reaktivasi tersebut dibahas melalui rapat koordinasi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat serta kementerian dan lembaga terkait pada Jumat, 24 Juli 2026. Proposal yang disusun akan menjadi dasar utama pelaksanaan reaktivasi jalur lintas batas kedua negara.
Budi menjelaskan agenda utama yang direncanakan meliputi soft launching sekaligus deklarasi pembukaan kembali perlintasan Indonesia-Malaysia. Momentum tersebut akan ditandai dengan penandatanganan deklarasi serta pelepasan pelintas pertama yang menggunakan cap PLB.
Selain seremoni utama, BNPP mengusulkan agar kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sport tourism 5K fun run dan ekspo UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami berharap momentum reaktivasi perlintasan ini tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang mendorong pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kawasan perbatasan," tutur Budi.
Baca Juga :
29 Personel Diterjunkan Padamkan Kebakaran Rumah di Kebayoran BaruDalam forum tersebut, BNPP RI juga menerima berbagai masukan teknis. Salah satunya dari Bea Cukai Sintete yang mengusulkan agar PLB Temajuk dilengkapi sarana mesin X-Ray guna memperkuat pelayanan dan pengawasan lalu lintas barang.
Adapun rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran BPPD Kalimantan Barat, Dispora Kalbar, Dandim Sambas, BPPD Sambas, Kepala PLBN Aruk, BKHIT Kalbar, LKK Entikong, Imigrasi Sambas, hingga Bea Cukai Sintete.
Pembahasan lanjutan mengenai reaktivasi perlintasan Temajuk-Telok Melano dijadwalkan kembali dalam perundingan Sosek Malindo pada akhir Juli 2026. Melalui penguatan koordinasi ini, pengaktifan kembali PLB Temajuk diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.




Komentar (0)