Beijing: Topan Noul, topan terkuat yang menghantam Tiongkok sepanjang 2026, mendarat di Kota Huizhou, Provinsi Guangdong pada Minggu, 26 Juli 2026, yang membawa angin kencang dan hujan deras serta memaksa lebih dari 715.000 warga dievakuasi.
Media pemerintah Global Times melaporkan Topan Noul juga mengakibatkan lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan di Guangzhou, Shenzhen, dan Hong Kong. Pemerintah Hong Kong mengalokasikan dana sebesar 100 juta yuan untuk mendukung pemulihan pascabadai.
Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok sebelumnya mengeluarkan peringatan merah topan pada Sabtu malam. Peringatan tersebut merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi dalam sistem peringatan cuaca empat tingkat yang diterapkan di negara itu.
Selain mengganggu layanan penerbangan, lebih dari 190 perjalanan kereta cepat lintas wilayah juga dibatalkan pada Minggu akibat cuaca ekstrem.
Topan Noul merupakan siklon tropis ke-12 yang terbentuk tahun ini dan menjadi topan pertama yang menghantam Guangdong pada 2026. Badai ini juga tercatat sebagai topan terkuat yang mendarat di Tiongkok sepanjang tahun ini.
Setelah mencapai daratan, Topan Noul diperkirakan bergerak ke wilayah pedalaman dengan membawa angin kencang dan hujan deras ke sejumlah provinsi, termasuk Jiangxi, Hunan, dan Hubei.
Pusat Meteorologi Nasional memperkirakan hujan deras hingga sangat deras masih akan mengguyur sebagian besar Guangdong, Fujian bagian selatan, Jiangxi bagian tengah dan selatan, Hunan tenggara, serta Taiwan tenggara dalam 24 jam ke depan.
Hingga Minggu, sebanyak 715.351 warga telah dievakuasi di Guangdong. Pemerintah daerah juga memberlakukan kebijakan penghentian penuh maupun sebagian terhadap lima aktivitas utama, yakni kegiatan belajar mengajar, pekerjaan, produksi, transportasi, dan aktivitas bisnis di 12 kota sebagai langkah mitigasi menghadapi dampak topan.
Baca juga: Topan Noul Hantam Tiongkok Selatan, Lebih dari 340.000 Warga Dievakuasi





Komentar (0)