Bertrand Antolin Pilih Urus Sendiri Jenazah Ayah Sambung, Ungkap Alasan Tolak Kiriman Karangan Bunga

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kabar duka datang dari aktor Bertrand Antolin. Ayah sambung yang telah membesarkannya sejak usia dua tahun baru saja mengembuskan napas terakhir.

Namun, ada yang berbeda dari cara Bertrand menghadapi kedukaan ini. Alih-alih menggelar prosesi besar, Bertrand memilih untuk mengurus segala keperluan jenazah secara mandiri dan menutup rapat akses bagi publik.

Lewat video klarifikasi yang diunggah di media sosialnya, Bertrand mengungkapkan bahwa dirinya dan sang adik sepakat untuk menjalani momen perpisahan terakhir ini dengan sangat privat.

Terjun Langsung Urus Peti Hingga Pastur

Bertrand menceritakan betapa ia ingin memberikan pengabdian terakhir yang maksimal bagi sang ayah. Tanpa melibatkan banyak staf, ia dan adiknya turun langsung menangani segala detail, mulai dari urusan rumah sakit hingga pencarian peti jenazah.

"Keputusan gue dan adik gua, kita pengen nggak ke-distract (terganggu) dalam mengurus bokap almarhum," ucap Bertrand seperti dikutip Grid.ID dari instagram @bertrand1407, Minggu (26/7/2026).

"Mulai dari nganter ke rumah sakit, bolak-balik ke rumah sakit, sampai nyari peti, nyari pastur untuk his last rights sebelum beliau meninggal," ungkap Bertrand.

Saking ingin menjaga kesakralan momen tersebut, Bertrand bahkan memilih untuk tidak menggunakan jasa rumah duka umum. Prosesi dari rumah sakit langsung dilanjutkan ke kremasi setelah semua urusan selesai dalam waktu singkat.

Tolak Karangan Bunga dari Kolega Hingga Pejabat

Keinginan Bertrand untuk fokus sepenuhnya pada sang ayah juga ditunjukkan dengan kebijakan tegas menolak segala bentuk kiriman karangan bunga. Padahal, kiriman tersebut biasanya mengalir deras sebagai bentuk simpati kepada figur publik.

Bertrand mengaku tidak mengizinkan stafnya memberikan alamat rumah duka kepada siapapun, termasuk media, klien, maupun pejabat pemerintah yang ingin mengirimkan ucapan duka.

 

"Maaf buat teman-teman yang nanya alamat, mau mengirim bunga, rumah duka di mana... nggak ada kita balas. Semua bunga kita tolak, mau dari pejabat pun kita tolak," tegasnya.

Menurut Bertrand, hal ini dilakukan semata-mata agar keluarganya bisa memproses rasa duka tanpa gangguan teknis dari luar.

Ikatan Batin yang Kuat Meski Ayah Sambung

Meski yang berpulang adalah ayah sambung, Bertrand menegaskan bahwa almarhum adalah pilar hidupnya. Ia merasa perlu meluruskan bahwa almarhum bukan ayah kandungnya (Papa Juhel), namun cintanya tak berbeda.

"Beliau sudah menjadi ayah saya sejak saya usia dua tahun. Walaupun sudah berpisah dengan nyokap (ibu) saat saya umur 19, tetap dia bapak gua," tuturnya dengan nada penuh penekanan.

Masih Memproses Rasa Kecewa

Keputusan Bertrand untuk mengurus sendiri segala hal mungkin juga dipicu oleh rasa kecewanya terhadap proses medis yang sempat dialami almarhum. Ia menyebutkan masih ada rasa marah terkait diagnosa yang dirasanya kurang tepat.

"Gua dan keluarga masih berduka, masih butuh ngeproses banyak hal. Mulai dari rasa sedih, marah, kecewa, mulai dari diagnosa yang kurang tepat, tindakan medis yang mungkin kurang tepat," tambahnya.

Meski begitu, Bertrand tetap menunjukkan jiwa besarnya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga medis, dokter, dan perawat yang telah membantu di hari-hari terakhir sang ayah.

"Tapi gua harus berterima kasih sama seluruh tenaga medis, dokter, nurses, gua yakin kalian sudah berusaha yang terbaik and ya thank you-lah semua termasuk sangat lancar, sangat cepat, semua dalam hari itu juga beres. Thank you so much for everything," pungkasnya.

 

Kini, Bertrand hanya berharap doa dari teman-teman dan netizen agar sang ayah bisa beristirahat dengan tenang. Baginya, menangani sendiri kepulangan sang ayah adalah bentuk penghormatan tertinggi yang bisa ia berikan bagi sosok yang telah membesarkannya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AS Setop Sementara Serangan Udara ke Iran, Ada Apa?
• 7 jam lalu
0
thumb
Gudang Mesin Produksi Sendal di Tangerang Terbakar, Pekerja Berhamburan Selamatkan Diri
• 10 jam lalu
0
thumb
Anggota DPR Yan Mandenas Ajak Siswa SMA Negeri 1 Mimika Berani Studi ke Luar Daerah
• 21 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
• 21 jam lalu
0
thumb
Kata-kata Igor Tolic Setelah Persib Taklukkan Arema FC di Laga Perdana Piala Presiden 2026
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.