Samota Disiapkan Jadi KEK, Magnet Investasi Baru di Indonesia Timur

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menarget Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur. Kini, Samota memang masuk dalam pengusulan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, Samota tidak hanya ditujukan untuk menjadi destinasi baru, melainkan juga harus menjadi kawasan investasi yang menarik utamanya untuk investasi jangka panjang.

"Usulan pengembangan KEK Samota harus kita tempatkan dalam konteks yang lebih luas. Kawasan ini harus mampu menjadi instrumen untuk mengoptimalkan keunggulan kawasan sekaligus mendukung arah kebijakan investasi nasional yang memberikan perhatian pada sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik," kata Todotua dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Samota perlu didukung kesiapan ekosistem investasi untuk menjadi KEK. Mulai dari kepastian lahan, infrastruktur, hingga keberadaan investor yang siap merealisasikan investasinya.

Ia juga melihat Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki posisi yang semakin strategis dalam peta investasi nasional. Hal itu tercermin dari realisasi investasi NTB periode 2021 hingga Triwulan II Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sementara khusus untuk sektor pariwisata, realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun.

Sebagai kawasan investasi baru, Todotua juga menilai Kabupaten Sumbawa memiliki modal yang kuat. Salah satunya terkait lokasinya yang berada di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Dengan posisi tersebut, lokasi Sumbawa dinilai strategis sebagai simpul logistik dan distribusi regional yang menghubungkan kawasan Indonesia bagian barat dan timur.

"Pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. Yang paling penting adalah memastikan bahwa kawasan tersebut layak secara ekonomi dan finansial, memiliki kepastian lahan, mempunyai rencana bisnis yang jelas, didukung infrastruktur yang memadai, serta memiliki investor yang siap merealisasikan investasinya," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ganjar Respons Kaesang yang Mau Nyaleg dari Dapil Puan
• 3 jam lalu
0
thumb
Ingin Belajar Skill Baru? Ini Platform Kelas Kreatif yang Bisa Dicoba
• 3 jam lalu
0
thumb
Dianggap Bikin Pengguna Puas, Evalube Diapreasiasi IOB
• 17 jam lalu
0
thumb
Piala Presiden 2026 Libatkan 100 UMKM Lokal di Bandung dan Surabaya
• 14 jam lalu
0
thumb
Proses Pemeliharaan & Proses Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar Industri, BPOM Pastikan Aman
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.