Gibran Kembali Tegaskan Urgensi RUU Perampasan Aset

liputan6.com
13 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kembali mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset guna memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia, pada unggahan ulang video pernyataan resmi melalui akun media sosial pribadinya di Jakarta.

"Jika kita sungguh-sungguh ingin memberantas korupsi, maka koruptor harus dimiskinkan. Para koruptor harus tahu bahwa kejahatan korupsi bukan hanya membuat mereka harus tidur di balik jeruji besi, tapi negara juga dapat mengambil kembali semua harta yang mereka curi," kata Wapres Gibran, dikutip dari akun Instagram resminya di Jakarta, Minggu (26/7).

Advertisement

BACA JUGA: Istana Jelaskan Posisi Duduk Prabowo dan Gibran saat Sidang Kabinet

Dalam unggahan berupa video tersebut, disertai catatan bahwa konten itu pernah diunggah pada Februari 2026 dan kembali diangkat pada Juli 2026.

Berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) periode 2013 hingga 2022, kata dia, potensi kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 238 triliun. Sementara itu, data penanganan kasus oleh Kejaksaan pada 2024 mencatat potensi kerugian negara mencapai Rp 310 triliun. Namun, hanya Rp 1,6 triliun yang berhasil dikembalikan ke kas negara.

Menurut Gibran, tingkat pengembalian aset negara yang dikorupsi saat ini sangat rendah karena lebih dari 90 persen menguap begitu saja dan tetap dinikmati oleh pelaku maupun kerabatnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh modus kejahatan yang semakin terorganisasi, bersifat lintas batas, serta memanfaatkan teknologi terkini untuk penggelapan dan pencucian uang.

"Prinsipnya sederhana, selama suatu aset bisa dibuktikan berasal secara langsung maupun tidak langsung dari tindak pidana seperti korupsi, narkotika, pertambangan liar, penangkapan ikan ilegal, pembalakan liar, judi online, ataupun TPPO, negara memiliki kewenangan untuk merampas aset tersebut untuk dikembalikan sebagai aset negara," tegasnya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sebuah Rumah dan 3 Motor Hangus Terbakar di Matraman
• 10 jam lalu
0
thumb
Teatrikal 30 Tahun Kudatuli, Saat PDI-P Mengenang Korban Penyerbuan 27 Juli 1996...
• 7 jam lalu
0
thumb
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Sering Menghambat Potensi Anak
• 22 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 1 jam lalu
0
thumb
Bank Sentral G7 Waspadai Minyak Sentuh USD 100, Pasar Nantikan Arah Suku Bunga
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.