Speedboat Tenggelam Imbas Cuaca Buruk di Perairan Gorontalo, Nakhoda Belum Ditemukan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Seluruh 12 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu awak kapal masih dalam pencarian.

Speedboat Tenggelam Imbas Cuaca Buruk di Perairan Gorontalo, Nakhoda Belum Ditemukan (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan mengungkapkan tenggelamnya speedboat SB di perairan Teluk Tomini, Gorontalo disebabkan karena kapal mengalami mati mesin sebelum dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi. 

Seluruh 12 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu awak kapal masih dalam pencarian.

Baca Juga:
BKPM Dorong Pengembangan KEK Samota di Sumbawa, Jadi Magnet Investasi Baru

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan berdasarkan informasi awal di lapangan, gangguan teknis pada mesin menjadi awal insiden yang kemudian diperparah kondisi hidrometeorologi di lokasi kejadian. Saat malam hari, gelombang semakin tinggi disertai cuaca buruk sehingga operasi penyelamatan sempat terhambat.

"Berdasarkan pembaruan data hingga Sabtu (25/7) pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 12 orang dalam keadaan selamat, termasuk 11 warga negara asing (WNA). Seluruh korban telah dievakuasi ke Resort Sanctum di Una-Una sebelum dibawa ke RSUD Ampana untuk pemeriksaan medis," ujar Masyhud dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026). 

Baca Juga:
AS Tunda Serangan Udara ke Iran usai Trump Beri Sinyal Akan Mendorong Kesepakatan

Sementara itu, satu awak kapal yang juga nahkoda, Ferdiansyah, masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan korban selamat untuk mempercepat proses pencarian.

Speedboat SB. Mister Un yang dioperasikan PT Farmaz Jaya Abadi berangkat dari Pelabuhan Una-Una menuju Pelabuhan Marisa, Gorontalo, pada Jumat (24/7) pukul 07.30 WITA dengan membawa 13 orang, terdiri atas 11 penumpang WNA dan dua awak kapal.

Baca Juga:
Gunung Anak Krakatau Keluarkan Asap Kawah hingga 100 Meter, Status Siaga

Kementerian Perhubungan menyatakan operasi SAR melibatkan Basarnas Gorontalo, TNI AL, Polairud, SROP Ampana, serta unsur terkait lainnya. Pencarian sempat dihentikan pada Jumat malam akibat gelombang tinggi demi keselamatan personel sebelum kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan kesiapan teknis kapal serta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum pelayaran dilakukan. Ditjen Perhubungan Laut mengimbau seluruh operator kapal agar meningkatkan pemeriksaan armada dan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran guna mencegah insiden serupa.

Baca Juga:
Bank Diminta Segera Sesuaikan Tingkat Suku Bunga Secara Bertahap

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SIM Keliling Jakarta Tetap Dibuka Hari Ini Minggu 26 Juli di Dua Lokasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Psikolog Ungkap Kesalahan Orang Tua yang Sering Menghambat Potensi Anak
• 12 jam lalu
0
thumb
Manchester United Dapat Kabar Buruk dari Media Italia, Satu Pemain Incarannya Malah Merapat ke PSG
• 21 jam lalu
0
thumb
Minecraft Snapshot vs Versi Resmi, Apa Saja Perbedaan yang Perlu Diketahui Sebelum Mengunduh?
• 9 jam lalu
0
thumb
Dua Guru Besar dari Nigeria dan Amerika Serikat Ajak Lulusan Unhas Wujudkan Mimpi Menjadi Visi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.