Dua Guru Besar dari Nigeria dan Amerika Serikat Ajak Lulusan Unhas Wujudkan Mimpi Menjadi Visi

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki dunia profesional yang menuntut kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, serta menjaga karakter dan integritas. Pesan tersebut disampaikan dua akademisi internasional, Prof. Babatunde Olamide Bamgbose dari Nigeria dan Prof. Azeez Butali dari Amerika Serikat, saat memberikan sambutan pada prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin (Unhas).

Guru Besar Oral and Maxillofacial Radiology dari Bayero University, Kano, Nigeria, Prof. Babatunde Olamide Bamgbose, mengajak para lulusan untuk berani memiliki mimpi besar. Menurutnya, setiap inovasi, kepemimpinan, dan pencapaian selalu berawal dari keberanian membayangkan masa depan yang ingin diwujudkan.

Namun, ia mengingatkan bahwa mimpi tidak boleh berhenti sebagai angan. Mimpi harus diubah menjadi visi yang jelas, disertai tujuan yang terukur dan langkah yang konsisten.

“Belajarlah untuk bermimpi. Bermimpilah besar. Setelah itu, ubahlah mimpi menjadi visi. Ketika memiliki visi, komunikasikan dengan jelas sehingga orang lain memahami tujuan yang ingin Anda capai,” ujarnya.

Prof. Bamgbose menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam kepemimpinan. Banyak peluang lahir bukan hanya karena kecerdasan akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang dilandasi kepercayaan, karakter, dan tujuan bersama.

Ia mencontohkan pengalaman kolaborasinya dengan Universitas Hasanuddin yang berawal dari komunikasi dengan sivitas akademika Fakultas Kedokteran Gigi, kemudian berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas di tingkat universitas.

Menurutnya, Unhas memiliki visi yang jelas dalam meningkatkan daya saing di tingkat global. Kepemimpinan universitas dinilai berhasil membangun budaya kolaborasi yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara.

“Saya melihat Unhas memiliki arah yang jelas. Orang-orang di dalamnya memahami apa yang ingin dicapai dan terus bekerja bersama untuk mewujudkannya. Visi seperti inilah yang membangun kepercayaan dalam sebuah kolaborasi,” tuturnya.

Menutup pesannya, Prof. Bamgbose mengingatkan para wisudawan agar tetap berpegang pada visi, menjaga karakter, dan menghargai setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Sementara itu, Guru Besar Oral Pathology, Radiology and Medicine dari The University of Iowa, Amerika Serikat, Prof. Azeez Butali, mengajak para lulusan memaknai wisuda sebagai hasil dari perjalanan panjang yang tidak ditempuh seorang diri.

Menurutnya, keberhasilan merupakan akumulasi dari proses belajar, pengembangan keterampilan, pengalaman menghadapi tantangan, hingga keberanian bangkit dari kegagalan. Seluruh proses tersebut membentuk kompetensi sekaligus karakter seorang profesional.

Prof. Butali menegaskan bahwa di balik setiap keberhasilan selalu ada keluarga, dosen, mentor, sahabat, dan lingkungan akademik yang berperan sebagai sistem pendukung.

“Jangan pernah menganggap keberhasilan sebagai pencapaian individu. Akan selalu ada orang-orang yang mendukung, membimbing, dan membuka pintu kesempatan bagi perjalanan Anda,” ungkapnya.

Ia mengajak para wisudawan untuk senantiasa bersyukur kepada keluarga dan seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi dalam perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, menghargai setiap bentuk dukungan merupakan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang rendah hati dan berintegritas.

Kehadiran kedua akademisi internasional tersebut memberikan perspektif bahwa kompetensi akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan global. Kemampuan membangun visi, berkomunikasi secara efektif, memperluas jejaring internasional, serta menjaga karakter dan integritas menjadi bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi.

Melalui pesan yang mereka sampaikan, prosesi Wisuda Universitas Hasanuddin tidak hanya menjadi perayaan atas keberhasilan menyelesaikan studi, tetapi juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Mimpi besar yang diwujudkan melalui visi yang jelas, kolaborasi yang kuat, dan integritas dalam berkarya akan menjadi modal utama bagi lulusan Unhas untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Peserta Tax Amnesty yang Tak Pulangkan Aset Bakal Diperiksa Pajaknya, Menkeu Pasang Tenggat hingga Akhir 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Keluarga Prada ABS Meminta Polres Tangerang Selatan Mengusut Tuntas Kasus Pengeroyokan Secara Transparan dan Berkeadilan
• 13 menit lalu
0
thumb
Berani Coba? Uji Adrenalin di Seluncuran Kaca Setinggi 87 Meter Tiongkok
• 7 jam lalu
0
thumb
Selena Gomez Rayakan Ulang Tahun ke-34 di Italia, Benny Blanco Siapkan Kejutan Romantis
• 2 jam lalu
0
thumb
Houthi Tembak Rudal ke Jizan di Selatan Saudi
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.