VIVA –Insiden cekcok antara seorang satpam dan pengemudi mobil Alphard yang terjadi pada Rabu, 22 Juli 2026, viral di media sosial. Peristiwa itu menjadi sorotan setelah satpam bernama Fiktor Harefa disebut mendapat makian hingga bersujud meminta maaf kepada pengemudi Alphard usai menegurnya dengan mengetuk kaca mobil karena diduga menerobos lampu lalu lintas saat pejalan kaki mendapat giliran menyeberang.
Belakangan, Fiktor yang bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap fakta di balik momen dirinya bersujud meminta maaf. Fiktor menegaskan tidak ada seorang pun yang memintanya bersujud. Menurutnya, tindakan tersebut murni merupakan inisiatifnya sendiri.
Fiktor menjelaskan, peristiwa itu bermula saat dirinya bersama pengemudi dan penumpang mobil Alphard berada di Pos Polisi Bundaran HI untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Di lokasi itu, salah seorang penumpang sempat menanyakan perusahaan tempat Fiktor bekerja. Penumpang tersebut kemudian mengancam akan melaporkan Fiktor kepada perusahaan agar ia dipecat.
"Dari tiga orang ini bilang 'mana vendornya nanti saya mau ke sana. Vendornya apa? biar nanti saya laporin setelah dari sini biar kamu dipecat buat pembelajaran kamu'," kata dia dikutip dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi, Minggu 26 Juli 2026.
Ancaman tersebut membuat Fiktor merasa tertekan. Ia mengaku menangis dan bahkan bersujud karena khawatir persoalan itu dilaporkan kepada perusahaan tempatnya bekerja sehingga berujung pada pemecatan.
"Karena ini nggak ada harapan lagi saya merasa tersudut langsung perasaan saya nangis. Saya kan baru tiga bulan.
Nangis, saya inisiatif sujud biar masalah ini tidak dilanjutkan ke vendor saya. Saya nangis takut dipecat. Bukan (disuruh sujud)," kata dia.
Dijelaskan lebih lanjut, saat Fiktor menangis dan bersujud agar tidak dilaporkan ke pihak vendor tempatnya bekerja. Salah satu dari rombongan mobil Alphard itu mendekat dan memberikan intimidasi.
"Setelah itu supir ini samperin saya mukanya dekat 'jangan kayak preman kamu. saya sudah lama di Papua'," kata dia lebih lanjut.
Pernyataan itu membuat Fiktor kembali 'menciut' alhasil dirinya kembali bersujud memohon agar tidak dilaporkan ke pihak vendor.






Komentar (0)