Doa Orang Terzalimi dalam Islam yang Dicontohkan Para Nabi

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketika seseorang berada dalam posisi teraniaya, tidak berdaya, dan tersakiti oleh perbuatan orang lain, doa sering kali menjadi tempat bersandar terakhir sekaligus yang terbaik. Kedudukan istimewa doa orang yang terzalimi ditegaskan langsung dalam hadis. Rasulullah saw. bersabda:

 
Hati-hatilah terhadap doa orang yang terdzalimi, karena tidak ada penghalang antara doa orang yang terdzalimi dengan Allah.” (HR. Bukhari)

Bagi setiap muslim yang tengah merasakan himpitan kezaliman, berikut beberapa doa dari para nabi dan Al-Qur'an yang dapat dipanjatkan:
  1. Doa saat Nabi Musa Bertemu Firaun Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Musa as. ketika beliau dan kaumnya terjebak di antara kepungan laut dan kejaran pasukan Firaun, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Qasas ayat 21–22:


(21) Fakharaja minhaa khaaifany-yataraqqab; qaala Rabbi najjinee minal qawmiz zaalimeen. (22) Wa lammaa tawajjaha tilqaaa'a Madyana qaala 'asaa Rabbeee ai yahdiyanee Sawaaa'as Sabeel.

Artinya: "[21] Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.' [22] Dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan dia berdoa lagi, 'Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar.'" (QS. Al-Qasas [28]: 21–22)
  2. Doa saat Nabi Nuh Terzalimi Doa kepasrahan ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh as. saat menghadapi ujian dan penolakan dari kaumnya, sebagaimana dirakam dalam surah Hud ayat 47:



Qaala rabbi inneee a'oozu bika an as'alaka maa laisa lee bihee 'ilmunw wa illaa taghfir lee wa tarhamneee akum minal khaasireen

Artinya: "Dia (Nuh) berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu untuk memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakikatnya). Kalau Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku termasuk orang yang rugi.'" (QS. Hud [11]: 47)
  3. Doa Kaum Nabi Musa agar Dijauhkan dari Fitnah Orang Zalim Doa berikut diamalkan oleh kaum Nabi Musa as. demi memohon perlindungan dari tipu daya dan kejahatan orang-orang yang zalim, sebagaimana termaktub dalam surah Yunus ayat 85–86:



(85) Faqaaloo 'alal laahi tawakkalnaa Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatal lilqawmiz zaalimeen. (86) Wa najjinaa birahmatika minal qawmil kaafireen

Artinya: "[85] Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, [86] Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.'" (QS. Yunus [10]: 85–86)
  Baca Juga:
Doa Nabi Adam AS: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Kendati doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan tinggi dan diijabah oleh Allah, Islam tetap mengajarkan hamba-Nya untuk menahan amarah, menjaga diri dari tindakan gegabah, serta terus meyakini bahwa pertolongan Allah pasti akan datang tepat pada waktu dan cara yang paling baik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari Bali ke Bogor, Timnas Indonesia Siap Bertempur di Piala AFF 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Komisi I DPR Minta BAKTI Komdigi Ukur Dampak Digitalisasi terhadap Kesejahteraan Masyarakat
• 2 jam lalu
0
thumb
Kupas Fakta Universitas Republik Indonesia
• 20 jam lalu
0
thumb
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Komodo, dan Gunung Rinjani Kini Berstatus BLU, Ini Tujuannya
• 12 jam lalu
0
thumb
Kalender Jawa Juli 2026 Pekan Terakhir Lengkap dengan Weton dan Penanggalan Hijriah
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.