Fauka Bantah Isu Prabowo Hina Wartawan dan LSM, Singgung Modus Intelijen Asing

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Utusan Khusus Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus Komandan Tim Sus 08, Fauka Noor Farid, membantah anggapan bahwa Prabowo menghina profesi wartawan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Fauka menjelaskan pernyataan Prabowo soal istilah "Londo Ireng" yang kini berganti baju menjadi wartawan dan LSM bukan ditujukan untuk merendahkan profesi tersebut.

BACA JUGA: Prabowo Seharusnya Terima Kasih ke Aktivis Hingga Jurnalis, Bukan Melabeli Londo Ireng

Menurut Fauka, pernyataan itu merupakan penjelasan mengenai modus intelijen asing yang berupaya mengusik kedaulatan Indonesia dengan menyamar sebagai kelompok tertentu.

"Intelijen asing kalau mencari informasi di suatu negara, penyamaran yang paling mudah menjadi jurnalis dan LSM," kata Fauka dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

BACA JUGA: Pengamat Nilai Prabowo Tak Perlu Bangun Universitas Baru, Cukup Perkuat Kampus

Dia mengatakan jurnalis memiliki akses luas untuk masuk ke lingkungan pemerintahan dan masyarakat serta memperoleh berbagai informasi.

Karena itu, kata Fauka, profesi jurnalis dapat dijadikan kedok oleh agen intelijen untuk mengumpulkan informasi mengenai suatu negara.

BACA JUGA: Prabowo Sebut Wartawan Londo Ireng, Guntur PDIP: Berbahaya Bagi Demokrasi

"Jurnalis bisa masuk ke mana-mana, dijadikan cover. Kalau LSM digunakan untuk menyerang pemerintah dengan alasan memperjuangkan rakyat," ujarnya.

Fauka menambahkan agen intelijen yang menyamar sebagai LSM juga dapat melontarkan kritik terhadap pemerintah dengan dukungan pendanaan tertentu.

Dia menegaskan pernyataan Prabowo tidak ditujukan kepada wartawan atau media massa yang resmi terdaftar di Dewan Pers maupun LSM yang terdaftar secara resmi di pemerintahan.

Fauka yang merupakan mantan anggota BAIS TNI dan Tim Mawar menyebut dunia intelijen memiliki banyak opsi penyamaran. Namun, jurnalis dan LSM, menurut dia, termasuk yang kerap digunakan.

"Presiden Prabowo sangat menghormati kerja wartawan dan peran LSM dalam membangun bangsa. Tidak ada tendensi merendahkan," tuturnya.

Sebelumnya, pidato Prabowo dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026), menuai beragam tanggapan publik.

Dalam pidatonya, Prabowo menggunakan istilah "Londo Ireng" untuk menyindir kelompok yang dinilai membantu pihak asing menyebarkan narasi pesimistis mengenai masa depan Indonesia.

Istilah tersebut merujuk pada orang-orang Afrika Barat yang pada abad ke-19 direkrut menjadi bagian dari Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL).

"Sekarang pakai baju lain, wartawan, jurnalis, pengamat, LSM," kata Prabowo.

Dia juga mempertanyakan sumber pembiayaan kelompok yang dinilainya menyebarkan narasi tersebut.

"Yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" ujar Prabowo. (kkp/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
70 Personel Damkar Padamkan Kebakaran Rumah di Cipinang
• 5 jam lalu
0
thumb
Ratusan Pemotor Terekam ETLE Lakukan Ini saat Melintas di Kemayoran
• 14 jam lalu
0
thumb
Monza pinjam Ricardo Mangas dari Sporting 
• 23 jam lalu
0
thumb
Ipswich Town datangkan winger timnas Jepang Daizen Maeda
• 4 jam lalu
0
thumb
Direktur Balai Inklusi Sulsel Kritik Prabowo soal Londo Ireng: Jangan Stigma Akademisi dan Pers
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.