Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan potensi gencatan senjata di negaranya akan lebih baik daripada melanjutkan perang selama 10 hingga 20 tahun lagi demi meraih kemenangan.

Dalam wawancara dengan pemengaruh (influencer) Amerika Serikat Laura Loomer, yang dibagikan melalui platform media sosial X, Zelensky mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memahami bahwa Ukraina ingin agar perang dengan Rusia segera berakhir.

Baca Juga :
Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS
Masih Ingat Dynasty Warriors? Game Perang Legendaris yang Kini Hadir Update Terbaru

"Sebelumnya, ada banyak suara yang mengatakan bahwa Ukraina tidak ingin berhenti," kata Zelensky, dikutip Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia mengatakan Ukraina belum meninggalkan tujuannya untuk meraih "kemenangan", namun kini lebih memusatkan perhatian pada keselamatan jiwa manusia.

"Jadi, jika besok kita dapat menghentikan perang untuk mencapai gencatan senjata, itu lebih baik daripada berperang selama 10 hingga 20 tahun demi kemenangan dan kehilangan rakyat kita," tutur dia.

Ia berpendapat bahwa tumbuhnya kepercayaan Trump terhadap dirinya menjadi faktor yang "penting" dan "kunci" dalam perubahan nada hubungan keduanya.

Mengenai hubungannya dengan Trump, Zelenskyy menyoroti pertemuan empat mata mereka di Vatikan pada April 2025 sebagai "momen perubahan pertama", ketika hubungan keduanya berubah hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit.

Zelenskyy mengatakan tidak ada seorang pun yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Saya sangat senang karena begitu banyak nyawa bergantung pada hubungan dan dialog seperti itu," katanya.

Presiden Ukraina itu juga kembali menegaskan kesiapan untuk menandatangani perjanjian damai dengan Rusia.

Ia mengatakan dirinya selalu menyampaikan kepada Trump bahwa ia siap datang ke Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan tersebut.

Selain itu, Zelenskyy juga berbicara mengenai pesawat nirawak atau drone.

Ia mengatakan Ukraina berharap dapat merampungkan "kesepakatan drone terbesar, khususnya dengan Amerika Serikat", seraya menambahkan bahwa Washington telah memperoleh pengalaman dari Ukraina dalam bidang tersebut. (Ant)

Baca Juga :
AS Kaji Proposal Gencatan Senjata Iran 10 Hari, Israel Diminta Tak Gagalkan Jalur Diplomasi
Trump Tegaskan Netanyahu Tak Akan Ditangkap Selama Berada di AS
Baru Dilantik, PM Inggris Andy Burnham Telepon Donald Trump Bahas Selat Hormuz

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Videotron Roboh di Bundaran Cigasong Majalengka, Pengendara Motor Meninggal Dunia | KOMPAS MALAM
• 2 jam lalu
0
thumb
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
• 11 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia dalam Tekanan Besar, Pelatih Vietnam Kirim Peringatan Serius usai Bantai Timor Leste di Piala AFF 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Ini Ragam Aktivitas Seru di kumparanMOM Festival Hari Anak 2026, Yuk Jelajahi!
• 13 jam lalu
0
thumb
Belum Bertanding, Timnas Indonesia Sudah Ukir Sejarah di Piala AFF 2026! Kok Bisa?
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.