Duka mendalam masih dirasakan Siti Mariam (42), istri Sumarna (40), sekuriti Waduk Jatiluhur, Purwakarta, yang ditemukan tewas mengapung dengan tangan terborgol.
Mariam tak pernah menyangka, sosok suami yang biasa menemani hari-harinya kini telah tiada dengan kondisi tak wajar.
"Sedih. Kehilangan. Yang biasanya pulang pagi ini nggak ada," ucap Mariam saat ditemui di rumahnya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Sabtu (25/7).
Mariam menuturkan, terakhir kali ia berkomunikasi dengan suaminya sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, mengirimkan chat WA terkait undangan rapat di desa.
Chat sang istri dibalas korban dengan mengirimkan foto. Pria yang sudah bekerja menjadi sekuriti selama 17 tahun itu juga menyampaikan pesan, "Ma, ini ada Danru (komandan regu) gak enak ditinggalin."
Malam itu Sumarna tidak pulang.
Mariam yang gelisah kemudian mencoba menelepon suaminya sekitar pukul 00.30 WIB. Namun, tidak diangkat. Chat WA yang dikirim juga hanya centang satu.
"Awalnya saya telepon tiga kali, tapi di-reject terus. Pas saya chat juga cuma centang satu. Dari situ hati saya makin nggak enak," katanya.
Karena diliputi rasa khawatir, Mariam mengajak anaknya untuk mendatangi pos tempat suaminya bertugas sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB. Namun saat tiba di lokasi, korban tidak berada di pos.
"Saya lihat ada dua orang yang masih muda di sana. Saya tanya lihat suami saya atau nggak, mereka bilang mungkin lagi keliling karena motornya juga nggak ada," tuturnya.
Meski telah kembali ke rumah, perasaan gelisah tak kunjung hilang. Sekitar pukul 04.30 WIB, Mariam kembali mendatangi lokasi seorang diri. Kali ini ia melihat sepeda motor milik suaminya sudah berada di dekat pos.
"Saya senang waktu lihat motornya ada. Saya kira suami saya ada di dalam pos, tapi pas saya cek ternyata nggak ada juga," ujarnya.
Di lokasi, ia bertemu dengan salah seorang petugas sekuriti yang bertugas satu shift dengan korban. Menurut informasi yang diterimanya saat itu, korban juga sedang dicari karena belum memberikan laporan sebagaimana mestinya.
Hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB, seseorang datang ke rumah dan meminta dirinya segera bersiap karena suaminya telah ditemukan.
"Saya dijemput ke rumah dan dikasih tahu kalau suami saya sudah ketemu. Tapi ternyata pas saya tahu kondisinya sudah meninggal, saya langsung kalut dan nggak kuat," katanya.
Mariam baru dapat melihat suaminya kembali saat jenazah berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Sosok Suami Bertanggung JawabKakak Ipar korban yang enggan disebut namanya, mengakui jika di mata keluarga, Sumarna dikenal sebagai sosok suami dan ayah yang bertanggung jawab.
Selama ini ia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak pernah menceritakan memiliki persoalan dengan siapa pun.
"Orangnya baik, bertanggung jawab sama keluarga. Nggak pernah cerita punya masalah atau musuh," ungkapnya.
Keluarga pun berharap polisi dapat mengungkap tuntas kasus kematian Sumarna dan menangkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.






Komentar (0)