HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA – Dewan Kesenian Makassar (DKM) menggelar rapat kerja di Malino, Kabupaten Gowa pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan tersebut bertemakan Menguatkan karya Seni dan Merawat Budaya untuk Memajukan Perdaban Masyarakat Kota Makassar.
Forum tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus untuk menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus mematangkan program kerja dalam upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya di Kota Makassar.
Rapat kerja dipimpin Ketua Umum Dewan Kesenian Makassar M. Juniar Arge bersama Ketua Harian Armin Mustamin Toputiri, serta diikuti para pengurus dari berbagai bidang dan komite.
Ketua Umum DKM, M. Juniar Arge, mengatakan rapat kerja ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan visi seluruh pengurus dalam menjalankan program organisasi ke depan.
“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi ruang untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengembangkan seni dan budaya di Makassar. Kami ingin Dewan Kesenian hadir sebagai wadah kolaborasi bagi seluruh pelaku seni,” ujar Juniar.
Menurutnya, DKM akan mendorong lahirnya berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga berdampak terhadap pembinaan seniman, pelestarian budaya lokal, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis seni.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Kesenian Makassar, Armin Mustamin Toputiri, menegaskan hasil rapat kerja akan menjadi pedoman pelaksanaan program organisasi selama satu periode kepengurusan.
“Seluruh bidang diminta menyusun program yang realistis, terukur, dan dapat dijalankan secara kolaboratif. Kami ingin setiap kegiatan memiliki manfaat nyata bagi komunitas seni dan masyarakat,” kata Armin.
Ia menambahkan, Dewan Kesenian Makassar juga akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Makassar, komunitas seni, akademisi, hingga sektor swasta agar pengembangan seni dan budaya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui rapat kerja yang digelar di kawasan Malino tersebut, DKM berharap mampu melahirkan berbagai gagasan baru yang dapat memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu kota dengan kehidupan seni dan budaya yang dinamis di Indonesia.
Dalam kepengurusan DKM 2026-2031 ini terdapat 6 komite yang menjadi ujung tombak dalam penguatan karya seni dan pelestarian budaya di Makassar. Di antaranya, Komite Seni Rupa, Seni Sastra, Seni Musik, Seni Film dan Sinematografi, Seni Teater, dan Seni Tari. (ams)






Komentar (0)