Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti insiden satpam Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Vicol Harefa, yang bersujud kepada sopir mobil Toyota Alphard setelah diancam akan dilaporkan ke vendor tempatnya bekerja.
Peristiwa bermula ketika sejumlah pejalan kaki menyeberang di pelican crossing saat lampu merah menyala. Mobil Alphard hitam tetap melaju dan hampir menabrak satpam yang sedang membantu penyeberangan. Vicol menegur dengan mengetuk kaca mobil, namun sopir tidak terima sehingga terjadi adu mulut.
Anies mempertanyakan apakah pelanggar lampu merah tersebut juga akan bersujud meminta maaf kepada para pengguna jalan.
"Apakah pihak pelanggar lampu merah pelican crossing itu nantinya juga akan sujud minta maaf pada para penyeberang jalan yg mereka langgar haknya?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Sabtu (25/7).
Sebelumnya, Vicol mengaku bersujud dan meminta maaf kepada penumpang mobil Toyota Alphard setelah diancam akan dilaporkan ke vendor tempatnya bekerja.
Vicol menjelaskan, insiden terjadi Rabu (22/7/2026) ketika ia berselisih dengan pengemudi dan dua penumpang Alphard. Ia sempat menceritakan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi terdekat, namun justru dinilai bersalah karena mengetuk kaca mobil saat menegur pengemudi.
"Nah, setelah kepala pospolnya bilang tersebut, yang tiga orang tersebut naik daun (merasa benar). Kenapa saya bilang naik daun? Karena sudah menganggap saya yang salah semuanya," jelas dia dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, dikutip Jumat (24/7).
Merasa tertekan, Vicol akhirnya meminta maaf. "Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ungkap dia.
Baca Juga: Viral! Mobil Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI, Sopir Cekcok dengan Satpam hingga KTA Didalami Polisi
Ia bahkan mengaku dua kali bersalaman dan mencium tangan pengendara sebagai bentuk penghormatan.
Namun, setelah keluar dari pos polisi, sopir mobil itu kembali memarahinya sambil mengangkat kerah bajunya. "Kerah baju saya ini diangkat sama supirnya, diginiin di atas, sambil ngomong di hadapan saya, 'Woi! Jangan kayak preman di sini lu! Kamu kerja yang bener aja! Tatap mata saya!' Terus saya bilang, 'Siap, siap, saya salah, Pak,'" tutur dia.






Komentar (0)