Biar Nggak Gampang Stres, Saatnya Ganti Doomscrolling dengan Baca Buku

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Membaca buku disebut bukan hanya bisa menambah wawasan. Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan membaca dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak, kesehatan mental, bahkan berpotensi mendukung usia hidup yang lebih panjang.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Chief Medical Officer dari Midi Health, Kathleen Jordan, mengatakan membaca merupakan salah satu aktivitas yang mendukung kesehatan kognitif. "Aktivitas yang merangsang pikiran seperti membaca, mempelajari keterampilan baru, atau mengerjakan teka-teki membantu menjaga otak tetap aktif, mengurangi stres, dan membangun ketahanan dari waktu ke waktu," kata Jordan dikutip dari Verywell Mind, Rabu (22/7/2027).

Baca Juga
  • Jelang Tahun Ajaran Baru, Buku Tulis Berdesain Karakter Kian Diminati Pelajar
  • Dua Lipa Bikin Perpustakaan Lindungi Buku-Buku yang Dibungkam
  • Dokter Sebut Pola Asuh Orang Tua Bisa Berperan Memicu NPD pada Anak

Manfaat membaca buku bagi kesehatan juga telah diungkap dalam berbagai studi. Salah satunya penelitian tahun 2016 oleh peneliti dari Yale yang melibatkan 3.635 orang dewasa berusia 50 tahunan yang diamati selama 12 tahun.

Warga membaca buku dari perpustakaan keliling di bantaran Sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026). - (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Hasil studi menunjukkan peserta yang membaca buku selama 30 menit atau lebih setiap hari memiliki usia hidup rata-rata 23 bulan lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak membaca buku. Hasil ini tetap sama bahkan setelah peneliti memperhitungkan berbagai faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kondisi kesehatan.

Menariknya, manfaat kesehatan ini tidak terlalu signifikan pada seseorang yang hanya membaca koran atau majalah. Para peneliti menduga, membaca buku memberi stimulasi lebih kuat bagi otak karena membutuhkan fokus lebih lama dan keterlibatan pikiran yang aktif.

Pakar neurologi dr Jonatham Graff-Radford mengatakan bahwa membaca buku secara rutin juga mendukung kesehatan otak. "Studi besar telah menemukan bahwa orang yang lebih sering membaca mungkin memiliki risiko kehilangan ingatan atau penurunan kognitif yang lebih rendah seiring bertambahnya usia," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dari “Tolol” hingga “Lu Punya Otak Nggak?”: Membaca Umpatan di Ruang Publik
• 19 jam lalu
0
thumb
Kuota Pemain Asing Terpenuhi, Persib Bandung Kunci 11 Nama untuk Musim 2026/2027
• 19 jam lalu
0
thumb
Menbud Ajak Anak Indonesia Cintai Budaya dan Peradaban Bangsa
• 3 jam lalu
0
thumb
Fajar/Fikri Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Semifinal China Open 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Dolar Menggila di Asia: Rupiah Melemah, Yen Berdarah-darah, Won Pesta
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.