Korsel Kembangkan Baterai EV Baru, Isi 12 Menit Bisa 800 Km

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Mobil listrik melintasi ruas Jalan M.H Thamrin di Jakarta, Kamis (16/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan menemukan solusi untuk masalah yang kerap ditemui dalam kendaraan listrik. Dengan temuan tersebut diyakini bisa menjadi terobosan bagi industri otomotif dunia.

Kendaraan listrik memiliki masalah utama soal jarak tempuh dan masa pengisian baterai yang cukup lama. Para peneliti Korea Advance Institute of Science and Technology (KAIST) bersama LG Energy berhasil mengembangkan teknologi baterai yang dapat mengisi baterai dengan cepat untuk jarak tempuh yang lebih jauh.


Baca: Kejagung Tahan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di Rutan KPK!

Baterai tersebut dapat terisi selama 12 menit untuk 800 km, atau lebih jauh dari jangkauan sebelumnya mencapai 600 km. Para peneliti mengembangkannya dengan teknologi asli elektrolit cair penghambat kohesi agar kinerja baterai lithium-logam bisa meningkat.

"Penelitian ini menjadi fondasi utama mengatasi tantangan teknis baterai litium-logam dengan memahami struktur antarmukanya. Penelitian mengatasi hambatan terbesar pada pengenalan baterai litium-logam untuk mobil listrik," kata profesor teknik kimia dan biomolekuler KAIST, Hee Tak Kim, dikutip dari laman KAIST, Jumat (24/7/2026).

Baterai logam lithium akan mengganti anoda grafit, yakni komponen baterai ion lithium dengan logam lithium.

Namun penelitian ini menemukan tantangan, yakni kemunculan dendrit yang merupakan kristal litium. Ini terbentuk pada permukaan anoda selama pengecasan baterai.

Dendrit bakal menylitkan saat pengamanan masa pakai dan stabilitas baterai. Bahkan bisa menyebabkan arus pendek internal saat pengisian daya cepat dilakukan.

Hal ini terjadi karena terdapat kohesi antarmuka yang tidak seragam pada permukaan logam lithium.

Untuk mengatasinya, para peneliti mengembangkan elektrolit cair baru menghambat kohesi. Elektrolit cair akan memanfaatkan struktur anion dengan afinitas ikatan lemah pada ion lithium (Li+), jadi akan meminimalkan ketidakseragaman antarmuka lithium dan menghambat pertumbuhan dendrit.

Dengan menggunakan teknologi tersebut makan akan mengatasi masalah kecepatan pengisian baterai lithium logam serta mempertahankan kepadatan energi yang tinggi.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Cara Teknologi AI Bantu Perbankan Daerah Lawan Serangan Siber

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polrestabes Medan Menyita 24 Kilogram Sabu yang Disembunyikan di Balik Dinding Mobil
• 9 jam lalu
0
thumb
Pertamina Perkuat Ekosistem SAF Indonesia, Emisi Turun 84%
• 15 jam lalu
0
thumb
Korban Kekerasan Seksual di Lebak Titipkan Bayinya ke Yayasan Pratiwi Noviyanthi, Ini Alasannya
• 1 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Buat Sayembara untuk Tangkap Maling, Copet, Rampok hingga Begal di Jabar, Hadiahnya Rp 50 Juta!
• 6 jam lalu
0
thumb
Kapolda Metro hingga Pangdam Jaya Sambangi Markas Kopassus, Bahas Apa?
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.