Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan menemukan solusi untuk masalah yang kerap ditemui dalam kendaraan listrik. Dengan temuan tersebut diyakini bisa menjadi terobosan bagi industri otomotif dunia.
Kendaraan listrik memiliki masalah utama soal jarak tempuh dan masa pengisian baterai yang cukup lama. Para peneliti Korea Advance Institute of Science and Technology (KAIST) bersama LG Energy berhasil mengembangkan teknologi baterai yang dapat mengisi baterai dengan cepat untuk jarak tempuh yang lebih jauh.
Baterai tersebut dapat terisi selama 12 menit untuk 800 km, atau lebih jauh dari jangkauan sebelumnya mencapai 600 km. Para peneliti mengembangkannya dengan teknologi asli elektrolit cair penghambat kohesi agar kinerja baterai lithium-logam bisa meningkat.
"Penelitian ini menjadi fondasi utama mengatasi tantangan teknis baterai litium-logam dengan memahami struktur antarmukanya. Penelitian mengatasi hambatan terbesar pada pengenalan baterai litium-logam untuk mobil listrik," kata profesor teknik kimia dan biomolekuler KAIST, Hee Tak Kim, dikutip dari laman KAIST, Jumat (24/7/2026).
Baterai logam lithium akan mengganti anoda grafit, yakni komponen baterai ion lithium dengan logam lithium.
Namun penelitian ini menemukan tantangan, yakni kemunculan dendrit yang merupakan kristal litium. Ini terbentuk pada permukaan anoda selama pengecasan baterai.
Dendrit bakal menylitkan saat pengamanan masa pakai dan stabilitas baterai. Bahkan bisa menyebabkan arus pendek internal saat pengisian daya cepat dilakukan.
Hal ini terjadi karena terdapat kohesi antarmuka yang tidak seragam pada permukaan logam lithium.
Untuk mengatasinya, para peneliti mengembangkan elektrolit cair baru menghambat kohesi. Elektrolit cair akan memanfaatkan struktur anion dengan afinitas ikatan lemah pada ion lithium (Li+), jadi akan meminimalkan ketidakseragaman antarmuka lithium dan menghambat pertumbuhan dendrit.
Dengan menggunakan teknologi tersebut makan akan mengatasi masalah kecepatan pengisian baterai lithium logam serta mempertahankan kepadatan energi yang tinggi.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google





Komentar (0)