Sering Diabaikan, Waspada Diabetes dan Hipertensi Bisa Picu Kebutaan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Infografis/ Diabetes/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Para penderita diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) diimbau untuk tidak menyepelekan kesehatan mata. Kerusakan organ penglihatan akibat kedua penyakit kronis ini sering kali terjadi secara diam-diam (silent) tanpa disertai rasa sakit atau kaburnya penglihatan pada tahap awal.

Diabetes diketahui dapat merusak pembuluh darah halus pada retina (retinopati diabetik). Sementara itu, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang mampu mengganggu sirkulasi serta struktur pendukung fungsi penglihatan.


Baca: Nyeri Dada Tengah Malam? Jangan Tunda untuk Periksa, Ini Risikonya

Ironisnya, proses kerusakan ini bisa berlangsung saat pasien masih merasa bisa membaca, menyetir, dan beraktivitas normal sehari-hari.

"Banyak pasien secara rutin memantau kadar gula darah, tekanan darah, serta fungsi jantung dan ginjal, tetapi mungkin belum menyadari bahwa mata juga dapat terdampak," ujar Dr. Low Jin Rong, dokter spesialis mata konsultan di Cornerstone Eye Centre saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Lebih lanjut, Dr. Low menjelaskan bahwa meskipun diabetes dan hipertensi sudah sangat sering dikaitkan dengan risiko fatal seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal, dampak buruknya terhadap mata jarang dibahas dengan tingkat urgensi yang sama.

Glaukoma: Sang Pencuri Penglihatan

Salah satu ancaman terbesar yang dipicu oleh kondisi ini adalah Glaukoma, penyakit yang kerap dijuluki sebagai "pencuri penglihatan". Glaukoma merusak saraf optik secara bertahap dan umumnya menyerang penglihatan samping (perifer) terlebih dahulu.

Lantaran fungsi penglihatan tengah masih jernih, pasien kerap tidak sadar bahwa sebagian lapang pandang mereka telah hilang secara permanen.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena glaukoma dan masalah mata serius lainnya meliputi:

- Tekanan bola mata yang tinggi

- Riwayat glaukoma dalam keluarga

- Miopia (mata minus) tinggi & pertambahan usia

- Riwayat cedera mata & penggunaan kortikosteroid jangka panjang

- Kondisi sistemik seperti diabetes dan hipertensi

Penting diketahui, kerusakan penglihatan akibat glaukoma tidak dapat dikembalikan (ireversibel). Namun, diagnosis dini dan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata dapat memperlambat keparahan penyakit melalui penanganan yang tepat, seperti obat-obatan, terapi laser, atau tindakan operasi.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Sepekan Koreksi 0,23 Persen Imbas Sentimen Global dan Domestik
• 2 jam lalu
0
thumb
Di Atas Roda Membelah Jantung Jakarta
• 5 jam lalu
0
thumb
6 Fakta Febrie Adriansyah Tersangka TPPU dan Dititip di Rutan KPK
• 7 jam lalu
0
thumb
Sulap Rumah Jadi Pusat Seafood, Mantan Kuli Pasar di Jakut Raup Rp 20 Juta Sehari
• 23 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Sopir dan Penumpang Alphard yang Ribut dengan Satpam Anggota Polda Jabar
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.