Grid.ID - Truk nyungsep dan tabrak tiang di Ponorogo kini menjadi sorotan. Sopir mengaku kaget gegara hindari sosok misterius yang berhenti di tengah jalan.
Nasib apes menimpa Dwi Purwantio (50). Truk yang baru saja dibelinya dari Cilacap, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan tunggal saat hendak dibawa menuju ke Malang, Jawa Timur. Truk tanpa muatan tersebut nyungsep ke dalam parit di Jalan Raya Ponorogo-Solo, Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026) sekira pukul 03.00 WIB.
Berikut kronologi truk nyungsep dan tabrak tiang di Ponorogo. Sopir mengaku kaget gegara hindari sosok misterius yang berhenti di tengah jalan.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, truk yang sedang tidak membawa muatan tersebut mengalami kecelakaan hingga masuk ke dalam parit. Sebelumnya, kendaraan itu sempat menabrak tiang listrik dan sebuah gerobak nasi goreng.
Sejumlah petugas tampak berada di tempat kejadian untuk melakukan proses evakuasi terhadap truk tersebut. Sementara itu, aparat kepolisian turut melakukan pengaturan lalu lintas di ruas jalan nasional yang menjadi penghubung antara Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ya walaupun truk yang baru saya beli hancur total,” ungkap pemilik truk, Dwi Purwantio, dikutip dari Surya.co.id.
Dwi mengungkapkan, rombongan tersebut sebelumnya bertolak dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dengan tujuan kembali ke Kota Malang.
Akan tetapi, insiden terjadi ketika kendaraan melaju di Jalan Raya Ponorogo–Solo pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, sopir bernama Yahya diduga mengalami halusinasi karena melihat seseorang seperti sedang menyeberang dan berhenti di tengah jalan.
“Ya, kalau terus terang saya tidur. Pernyataan dari temanku yang nyopir, tiba-tiba ada kelihatan kayak ada orang nyebrang, berhenti di tengah-tengah. Akhirnya menghindari itu,” terangnya.
Karena terkejut, Yahya kemudian membanting kemudi ke arah kanan hingga kendaraan menghantam tiang telepon serta gerobak penjual nasi goreng. Setelah itu, truk tersebut akhirnya keluar jalur dan masuk ke dalam parit.
“Terus orang yang kayak nyebrang tadi kami tidak ada. Ya mungkin sopir berhalusinasi. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 wib,” papar Dwi.
Walaupun demikian, Dwi mengaku tetap merasa lega karena kecelakaan tunggal tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Namun, truk yang baru dibelinya untuk menunjang usaha pengangkutan tebu mengalami kerusakan cukup berat setelah kejadian tersebut.
“Ya yang rusak truk yang baru saya beli ini. Rencana memang mau angkut tebu di Malang,” jelas Dwi saat ditemui di lokasi kecelakaan.
Sementara itu, benturan akibat kecelakaan tunggal ini terdengar cukup keras hingga membuat warga sekitar yang sedang tertidur lelap mendadak terbangun.
“Benturannya cukup keras, saya saja terbangun. Pas itu langsung kedepan melihat apa yang menyebabkan suara benturan keras,” tambah salah satu saksi mata, Syamsudin, dikutip dari Kompas.com.
Syamsuddin mengaku mengetahui dari keterangan sopir bahwa tindakan banting setir itu dilakukan untuk menghindari orang yang menyeberang jalan.
“Tapi malam-malam siapa yang mau menyebrang,” urainya.
Syamsudin juga mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden dini hari tersebut, meski gerobak nasi goreng di lokasi hancur lebur.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi gerobak nasi gorengnya rusak,” pungkasnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)