IMO Tolak Usulan AS dan Iran Kenakan Tarif bagi Kapal di Selat Hormuz

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Organisasi Maritim Internasional (IMO) menolak usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Iran untuk mengenakan biaya bagi kapal yang melalui Selat Hormuz karena biaya semacam itu tidak sesuai dengan hukum internasional.

"Jika hal itu tidak sesuai dengan hukum internasional dan tidak memiliki dasar yang kuat untuk benar-benar diberlakukan, maka hal tersebut tidak dapat diterapkan," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) IMO Arsenio Dominguez dalam wawancara dengan Kyodo News di London, Kamis (23/7/2026) lalu.

Baca Juga
  • AS Desak Iran untuk Akui Selat Hormuz Tetap Terbuka
  • Houthi Rudal Kapal Saudi, IRGC Tutup Hormuz, Harga Minyak Lampaui 100 Dolar AS
  • Selat Hormuz Pulih 50 Persen, Pasokan Minyak Dunia Berpeluang Kembali Lancar

Sejak Juni, badan PBB itu mulai mengevakuasi kapal-kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz. Namun, operasi evakuasi tersebut segera dihentikan setelah terjadi serangan terhadap kapal dagang. Sekitar 500 kapal dilaporkan masih terjebak di kawasan tersebut.

Dominguez mengatakan evakuasi hanya dapat dilanjutkan jika Iran dan Amerika Serikat dapat memberikan jaminan kapal-kapal tidak akan menjadi sasaran serangan. Dia juga mengungkapkan telah ada pembahasan mengenai kerangka baru bagi IMO untuk memantau Selat Hormuz bersama Iran dan Oman. Meski demikian, hingga kini belum ada usulan resmi yang diajukan terkait mekanisme tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dominguez turut menyoroti meningkatnya ketegangan di Laut Merah setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang berkaitan dengan Arab Saudi.

Menurut dia, pelayaran internasional tidak seharusnya dijadikan alat dalam konflik geopolitik. "Transportasi laut tidak seharusnya dijadikan sandera dalam konflik geopolitik apa pun," ujar Dominguez.

Dia menambahkan Asia menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak akibat ketidakstabilan di Selat Hormuz karena bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah.

Dominguez juga menilai Jepang, sebagai negara maritim, dapat memainkan peran yang sangat aktif dalam membantu meredakan ketegangan dan memfasilitasi perundingan antara pihak-pihak yang bertikai.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Jabar Sidang Etik 3 Anggota yang Cekcok dengan Sekuriti Bundaran HI
• 5 jam lalu
0
thumb
Saat Dibutuhkan, CCTV di Lokasi Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Malah Rusak
• 8 jam lalu
0
thumb
Mendagri Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung
• 32 menit lalu
0
thumb
Polda Jabar: Anggota Polisi yang Intimidasi Satpam di Bundaran HI Langgar Kode Etik akan Disanksi
• 4 jam lalu
0
thumb
RUU Daerah Kepulauan Jadi Pijakan Baru Pembangunan Nasional
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.