Sekolah Rusak di Jakarta Tampar Pramono, Tim Investigasi Dibentuk

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Kondisi lima ruang kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang rusak dan terbengkalai disebut ”menampar” Gubernur Jakarta Pramono Anung. Dampaknya, Pemerintah Provinsi Jakarta membentuk tim inventarisasi dan investigasi kondisi bangunan sekolah.

Pramono meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 pada Jumat (24/7/2026) sore. Ia antara lain didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Nahdiana dan Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo.

Kedatangannya untuk menunaikan janji sehari sebelumnya di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026) pagi. Pramono kepada awak media menekankan bahwa pendidikan, kesehatan, dan sosial adalah hal paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta.

”Yang jelas, bagi Jakarta, terutama bagi saya pribadi, pendidikan yang kemudian seperti itu (SDN Kebayoran Lama Selatan 09) benar-benar menampar muka saya,” kata Pramono.

Ia akan meninjau kondisi sekolah tersebut. Kemudian, secepatnya memutuskan perbaikan atau rehabilitasi total seluruh sekolah yang tidak layak.

Dinas Pendidikan Jakarta mencatat terdapat 22 sekolah yang memperoleh rekomendasi teknis untuk direhabilitasi total. Namun, hanya tujuh sekolah yang mendapat alokasi anggaran tahun 2026-2027. Alasannya, anggaran yang ada terdampak pemangkasan dana bagi hasil dari pemerintah pusat ke daerah.

Pramono dan rombongan datang mengenakan helm proyek. Mereka lalu menengok satu per satu ruangan yang rusak dan terbengkalai.

Garis polisi terpasang di tiang bangunan. Sementara itu, ruangan diisi puing-puing, ditumbuhi tanaman liar, serta buku pelajaran, papan tulis, dan meja kelas yang lapuk.

Pramono mengatakan, bangunan sekolah tersebut direnovasi terakhir kali pada 2011. Namun, renovasinya tidak maksimal, seperti kerangka berkarat yang menyebabkan kerusakan seperti terlihat kini.

”Dengan kejadian ini, ada empat sekolah lagi yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Segera harus ditangani, totalnya menjadi sebelas sekolah pada tahun 2026. Sisanya ditangani di tahun 2027,” ujar Pramono.

Empat sekolah itu adalah SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang akan digabungkan dengan SDN Kebayoran Lama Selatan 11, SMA Negeri 102 Jakarta, SDN Cempaka Putih Barat 03, serta SDN Papanggo 01 bersama TK Negeri Papanggo 01.

Pembangunan keempat sekolah menelan biaya Rp 249 miliar. Sumber dananya dari denda koefisien lantai bangunan (KLB) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.

Tahapan pembangunannya diawali penghapusan aset pada Agustus 2026. Ini supaya tidak menjadi temuan kemudian hari. Selanjutnya, pembangunan dimulai paling lambat September 2026. Lama pekerjaan diperkirakan selama 10 bulan.

”Kami akan rapatkan lagi, tunjuk tim teknis, siapa yang mengawasi, dan sebagainya. Saya tidak mau pembangunan yang diupayakan tidak gampang ini kemudian tidak dikerjakan secara sungguh-sungguh,” ucap Pramono.

Baca JugaPemangkasan Anggaran Hambat Rehabilitasi Total 22 Sekolah di Jakarta
Baca JugaDua Tahun Setelah Roboh, Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Belum Juga Dibangun
Kinerja dan evaluasi

Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti pekerjaan yang tidak optimal sehingga kualitas bangunan sekolah kurang bagus. Alhasil, dibentuk tim inventarisasi dan investigasi untuk mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah dan renovasi ataupun rehabilitasi total berjalan profesional.

Pramono menekankan, dinas teknis akan dilibatkan. Tugasnya, mengawasi langsung pekerjaan serta berkoordinasi dengan sekretariat daerah.

”Ada tim investigasi sekaligus tim inventarisasi untuk pembangunan ke depan karena memang dulu pembangunan semuanya di bawah dinas pendidikan. Tidak semuanya punya keahlian untuk membangun dan sebagainya sehingga akan disupervisi dinas teknis,” tutur Pramono.

Langkah ini diharapkan menjawab keraguan warga. Sebab, pendidikan termasuk dalam prioritas pembangunan Jakarta.

Viralnya kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 juga menampar wajah DPRD Jakarta. Hal tersebut disebut sebagai pelajaran dalam pengawasan sekaligus perbaikan kinerja legislatif.

”Ini juga pelajaran buat kami. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti hari ini. Kami mohon pemahaman karena keterbatasan, kami tidak bisa melihat seluruh sekolah secara detail tanpa ada informasi dari masyarakat ataupun dari Pemprov Jakarta,” ucap Wakil Ketua DPRD Jakarta Rany Mauliani.

Orangtua siswa kelas V SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Evi Afrida (33), menyambut baik keputusan Pemprov Jakarta. Apalagi, mereka sudah menanti selama dua tahun agar anak-anak bisa belajar dengan optimal.

”Kami enggak mau lihat ke belakang lagi. Intinya sekarang kami semua ingin pembangunan berjalan lancar,” ujar Evi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Melihat Lebih Dekat Pelican Crossing Bundaran HI Usai Viral Cekcok Satpam vs Sopir Alphard
• 15 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Protes Ditahan: Alat Bukti Belum Cukup
• 10 jam lalu
0
thumb
Sekjen PDI-P Berharap NU Tidak Ditarik ke Kepentingan Politik Praktis
• 16 jam lalu
0
thumb
Satu Lagi Amunisi Jerman Masuk Radar PSSI, Bintang Muda VfB Stuttgart Laurin Ulrich Diproyeksikan Bela Timnas Indonesia
• 15 jam lalu
0
thumb
Gelar RedTalks, PDIP Jatim Buka Ruang Dialog Kritis Bagi Anak Muda
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.