MUI Cetuskan Jihad Digital, Cegah Bahaya Belajar Agama Lewat AI

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencetuskan "jihad digital", untuk mengingatkan masyarakat mempelajari ilmu agama melalui mesin kecerdasan buatan (AI). Ilmu agama harus tetap dengan bimbingan dari guru yang jelas.

Baca Juga :

Ekonomi Korea Selatan Tumbuh 3,7% di Kuartal II, Ditopang AI dan Chip
Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis mengatakan, teknologi AI maupun media digital boleh saja digunakan sebatas sebagai inspirasi atau alat untuk menggali informasi awal. Namun, tidak bisa dijadikan sandaran mutlak untuk belajar agama.

"Belajar agama itu butuh transmisi keilmuan yang disebut dengan sanad. Ada yang menjamin bahwa itu benar, orisinal, dan valid. Sementara dari media (AI) itu sering kita lihat mungkin sebagian benar, tapi sebagian salah," kata Cholil, dilansir dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.


Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis. Foto: Antara.

MUI secara tegas mengingatkan batas-batas penggunaan teknologi informasi dalam urusan keimanan. Ia menekankan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan posisi dan keteladanan seorang ulama.

"Berguru harus kepada orang, kepada ulama, kepada ustadz yang memang mumpuni dan memang menjadi teladan. Tidak bisa berguru hanya kepada mesin," ujar Cholil.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Open House Universitas Ciputra Makassar Hadirkan Noel Londok, Ajak Generasi Muda Berani Menentukan Masa Depan
• 1 jam lalu
0
thumb
Dikenai Pajak Rp129 T, Taipan Ini Beri Respons Mengejutkan
• 27 menit lalu
0
thumb
Petugas Damkar Pastikan Kebakaran Mobil di Basement Apartemen Bukan Kendaraan Listrik
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK soal Eks Jampidsus Febrie Merasa Dikriminalisasi: Kami Belum Melihat
• 16 jam lalu
0
thumb
Ada Pasar Rakyat Tempo Dulu di Pinggir Kali Ciliwung Jaktim, Pengunjung Diajak Bernostalgia
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.