Jakarta: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen membangun standar global pelindungan anak di ruang digital. Upaya itu dilakukan melalui pendekatan regulasi berbasis risiko dan kolaborasi dengan platform digital.
"Kami ingin Indonesia menjadi salah satu model bagi negara lain dalam hal regulasi untuk melindungi anak-anak di ruang digital," ujar Meutya, dilansir dari Antara, Sabtu, 25 Juli 2026.
Baca Juga :
Komdigi Terapkan Verifikasi Biometrik Kartu SIM Cegah Kejahatan DigitalMenurutnya, pendekatan ini memastikan pelindungan berjalan secara proporsional dengan tetap menjaga ruang inovasi dan perkembangan ekosistem digital. Indonesia ingin menunjukkan bahwa keamanan anak dan kemajuan teknologi dapat berjalan secara beriringan.
"Pendekatan yang kami pilih bukan larangan menyeluruh, melainkan pendekatan berbasis risiko sehingga ruang digital tetap aman, sekaligus mendukung inovasi," ujar Meutya.
Menurutnya, platform digital memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan pengguna. Terutama anak-anak yang menjadi bagian dari ekosistem digital.
Regulasi pemerintah menjadi fondasi utama, namun teknologi juga harus dirancang dengan prinsip keamanan sejak awal agar mampu mencegah risiko sebelum terjadi. Karena itu, platform digital perlu menghadirkan fitur dan mekanisme pelindungan yang efektif serta berkelanjutan.
Meutya menjelaskan, sejumlah inovasi teknologi telah menjadi bagian penting dalam memperkuat pelindungan anak. Mulai dari fitur pengaturan waktu penggunaan, pengawasan orang tua, hingga mekanisme pelindungan terhadap konten berisiko.
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut harus terus dikembangkan dan menjadi praktik terbaik yang dapat diterapkan secara lebih luas.
"Jika kita dapat membangun model fitur yang efektif dalam menurunkan risiko bagi anak-anak, maka model tersebut dapat menjadi acuan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain," ujar Meutya.
Ilustrasi ruang digital. Foto: dok. Medcom.
Meutya mengungkapkan, pelindungan anak di ruang digital kini menjadi perhatian dunia dan membutuhkan kerja sama lintas negara. Pemerintah Indonesia mengambil posisi aktif dalam membangun tata kelola digital global yang menempatkan keamanan anak sebagai prioritas.
"Saya tidak ingin gerakan pelindungan anak berhenti hanya karena pendekatan yang diterapkan di berbagai negara tidak tepat. Karena itu, Indonesia ingin menawarkan model yang seimbang, melindungi anak-anak sekaligus tetap memberi ruang bagi inovasi teknologi berkembang secara bertanggung jawab," kata Meutya.





Komentar (0)