Jayapura: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi, Papua, saat ini masih menunggu laporan terkait dampak gempa berkekuatan 5,1 magnitudo yang terjadi Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 05.15 WIT dari Distrik Burtim atau Pantai Timur Bagian Barat.
"Kami masih menunggu laporan dari Distrik Pantai Timur Bagian Barat yang menjadi pusat gempa," kata Kepala BPBD Sarmi Hartono, Jumat, 24 Juli 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Gempa M 5,8 di Ternate Akibat Subduksi"Kami masih menunggu laporan dari Distrik Pantai Timur Bagian Barat atau yang juga dikenal dengan nama Butim," kata Hartono.
Sementara itu Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulisnya mengatakan, gempa berkekuatan 5,1 M yang terjadi pukul 05.15 WIT tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi grafik intensitas gempa bumi. (Metrotvnews.com)
Pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 2,46° LS ; 139,00° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 70 km arah tenggara Sarmi, Papua, dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga pukul 03:45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 6 aktivitas gempa bumi susulan (*aftershock*) dengan magnitudo terbesar M4.0.
"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata Wijayanto.





Komentar (0)