Sebanyak 14 guru SMK dari Jawa Timur terpilih mengikuti program “Magang Luar Negeri” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Mereka menjadi bagian dari 50 guru SMK terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang lolos seleksi nasional dan akan menjalani magang industri di Jerman.
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi prestasi bagi Jatim karena menunjukkan kualitas guru SMK yang lolos mengikuti program peningkatan kompetensi di tingkat internasional.
“Ini suatu prestasi yang sangat luar biasa karena dipercaya bahwa guru-guru kita mampu untuk membawa nama Jatim, untuk mereka bisa magang kerja di luar negeri sekaligus ikut memonitoring bagi anak-anak kita yang nanti ada magang di sana,” katanya di Dindik Jatim, Surabaya, pada Jumat (24/7/2026).
Ia mengatakan, proses seleksi magang luar negeri itu berlangsung sangat ketat karena kuota yang disediakan Kemendikdasmen hanya 50 orang untuk seluruh Indonesia.
“Seleksi ini diikuti seluruh Indonesia, tapi yang terpilih hanya 50 dan 14-nya adalah Jatim. Itu kan berarti cukup ketat pelaksanaan seleksinya karena kuota yang diberikan oleh kementerian itu terbatas,” ucapnya.
Program tersebut rencananya akan berlangsung selama satu tahun dengan penempatan di sektor industri. Selain untuk meningkatkan kompetensi, mereka juga akan mendampingi siswa SMK yang sedang menjalani program magang di luar negeri.
Para guru yang lolos magang luar negeri itu, berasal dari berbagai bidang keahlian mulai dari teknologi manufaktur dan rekayasa, hingga energi dan pertambangan.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama magang nantinya, bisa diterapkan saat para guru kembali mengajar di sekolah masing-masing.
“Harapan kita bahwa setelah mereka nanti magang kerja di luar negeri, kembali ke Indonesia, mereka kembali lagi menjadi guru yang tentunya hasil dari magang itu akan diimplementasikan dalam bentuk kinerja mereka untuk bisa memberikan dampak terhadap mutu dan pendidikan kualitas terutama di vokasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, 14 guru SMK tersebut berasal dari SMKS Semen Gresik, SMK Negeri 3 Tuban, SMK Negeri 3 Buduran, SMK Negeri 2 Sampang, SMK Negeri 2 Pamekasan, SMK Negeri 10 Malang, SMK Negeri 1 Gedangan, SMK Negeri 1 Udanawu, SMKS Krian 2 Sidoarjo, SMK Negeri 1 Bangil, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMK Negeri 2 Singosari, SMK Negeri 1 Singosari, dan SMK Negeri 1 Bando Magetan.(ris/wld/iss)





Komentar (0)