Ringkasan Berita
- Tri Risma Maharani di Kota Kediri memotivasi pelajar SMPN 1 Kota Kediri agar berani bermimpi dan percaya diri.
- Risma mengaku semasa sekolah termasuk siswa nakal, tetapi aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
- Ia menekankan setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan harus diberi ruang untuk berkembang tanpa takut salah atau dibully.
- Reuni Emas Palasari 76 juga diramaikan dengan Gerakan Pangan Murah dan bakti sosial untuk masyarakat Kota Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Tri Risma Maharani di Kota Kediri membagikan pengalaman hidup sekaligus motivasi kepada para pelajar saat menghadiri Reuni Emas Paguyuban Alumni SMPN 1 Kota Kediri (Palasari), Jumat (24/7/2026). Mantan Menteri Sosial RI periode 2020-2024 itu mengajak generasi muda berani bermimpi, percaya diri, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Risma yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya periode 2010-2020 mengisahkan masa sekolahnya. Ia mengaku bukan siswa yang sempurna, bahkan pernah melakukan kenakalan saat masih duduk di bangku SMP.
“Aku dulu nakal, aku pernah lompat jendela itu. Tapi aku dulu main jadi tim basket sekolah, tim voli sekolah kayak gitu. Jadi aku aktif memang apa namanya semua kegiatan di sekolah,” ungkapnya.
Menurut Risma, pengalaman aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah membentuk karakter yang kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan hingga dipercaya menduduki sejumlah jabatan publik.
Dalam sesi motivasi, Tri Risma Maharani di Kota Kediri menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Karena itu, siswa tidak perlu memaksakan diri harus menjadi akademisi jika memang memiliki bakat di bidang lain.
“Karena tidak semua kemudian dia jadi profesor, dia jadi doktor, jadi master, begitu kan. Nah, itu yang saya buka, coba buka. Mereka juga bisa jadi artis, mereka juga jadi bisa jadi wartawan yang baik, kemudian bisa juga jadi apa namanya? Olahragawan yang baik. Maksudnya jadi itu kita harus kita buka ruang itu. Nah, itu yang saya omongin dia bahwa semua setiap orang itu punya kemampuan,” terangnya.
Risma menilai rasa minder, takut bertanya, dan takut salah menjadi hambatan terbesar bagi lahirnya generasi kreatif dan inovatif. Padahal, kemampuan berpikir dan menganalisis anak-anak Indonesia dinilai sangat baik apabila diberi ruang untuk berkembang.
Ia juga berbagi pengalaman saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Kala itu, hampir setiap hari dirinya mengunjungi sekolah-sekolah untuk membangun rasa percaya diri siswa, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun korban perundungan.
“Saya selalu rutin saya dulu hampir tiap hari saya ke sekolah di Surabaya waktu saya Wali Kota, saya bangkitkan semangat dia untuk dia tidak rendah diri, dia tidak takut menghadapi apapun karena kadang kan mereka juga anaknya orang enggak mampu, dia minder atau dibully temannya. Nah, itu saya ajarkan bahwa mereka enggak boleh mem-bully,” jelasnya.
Sebagai alumni SMPN 1 Kota Kediri, Risma berharap sekolah tersebut terus melahirkan generasi yang unggul dan mampu bersaing di masa depan. Menurutnya, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju apabila memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.
“Saya terus terang mau ke sini karena salah satunya itu saya diminta untuk motivasi anak-anak karena saya percaya bahwa bangsa yang besar, bangsa yang sukses, yang berhasil itu negara yang sukses dan negara itu kalau punya kualitas sumber daya manusia yang bagus,” pungkasnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi para alumni, Reuni Emas Palasari 76 juga diisi dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah dan bakti sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Kediri. [nm/ian]





Komentar (0)