Polisi California Mengungkap Dugaan Jaringan Penanaman Ganja Ilegal yang Disebut Terkait Kejahatan Terorganisir Tiongkok

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Di Siskiyou County, California, Amerika Serikat, sekelompok petugas kepolisian melakukan penyelidikan terhadap jaringan besar penanaman ganja ilegal di kaki Gunung Shasta (Mount Shasta). Menurut laporan ini, hasil penyelidikan menunjukkan bahwa industri ganja ilegal di California diduga memiliki kaitan dengan kelompok kejahatan terorganisir asal Tiongkok serta praktik eksploitasi tenaga kerja dalam perdagangan narkoba.

Petugas memasuki sebuah kamp yang dipenuhi debu. Di lokasi tersebut terdapat tumpukan sampah dan banyak wadah plastik bekas pupuk yang berserakan, merusak pemandangan alam yang sebelumnya indah.

Bagi Sheriff Jeremiah LaRue dari Siskiyou County, penggerebekan seperti ini bukanlah hal baru.

Dalam wawancara dengan The Epoch Times, LaRue mengatakan bahwa di wilayah Siskiyou County terdapat ribuan rumah kaca sementara berbentuk lengkung (hoop houses) yang digunakan untuk menanam ganja secara ilegal. Setiap rumah kaca berisi ratusan tanaman ganja.

Saat LaRue memberikan keterangan tersebut, para deputinya sedang menggeledah kawasan permukiman Mount Shasta Vista, sekitar 20 menit berkendara di timur laut Kota Weed, California.

Melalui citra satelit dan foto udara, kantor sheriff mengidentifikasi 2.732 rumah kaca hanya di kawasan Mount Shasta Vista.

Kamp Sudah Ditinggalkan Sebelum Polisi Tiba

Ketika petugas tiba di lokasi pada 4 Juni, seluruh orang yang berada di lokasi penanaman sudah melarikan diri.

Menurut warga sekitar, para penjaga yang mengawasi lokasi—yang disebut kadang membawa senapan AK-47 dan senapan laras panjang lainnya—akan segera memperingatkan para pekerja apabila melihat polisi mendekat.

Di lokasi hanya tersisa beberapa ayam jantan, seekor anjing German Shepherd tua, dan beberapa anak anjing.

Tim penyelidik yang datang lebih dahulu juga mendapati bahwa seluruh penghuni kamp telah pergi.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para pelaku tampaknya sudah sangat terbiasa menghindari operasi penegakan hukum.

Ribuan Tanaman dan Ratusan Kilogram Ganja Dimusnahkan

Di dua rumah kaca berukuran sekitar 30 × 100 kaki, polisi menemukan masing-masing sekitar 430 tanaman ganja yang sedang berbunga.

Di rumah kaca lain yang lebih besar, tim North State Marijuana Investigation Team menimbang hasil panen ganja yang sedang dikeringkan dengan berat sekitar 900 pon (sekitar 408 kilogram).

Seluruh tanaman ganja tersebut kemudian dimusnahkan.

Menurut kantor sheriff, tidak ada tersangka yang ditangkap dalam operasi kali ini.

Namun, pada Agustus tahun lalu, tim yang sama pernah menggerebek properti tersebut dan menangkap pemiliknya, Haizhou Wang (Wang Haizhou), yang saat itu berusia 56 tahun.

Nilai Pasar Miliaran Dolar

Para ahli industri memperkirakan bahwa produksi ganja ilegal di Amerika Serikat mencapai lebih dari 30 juta pon (sekitar 13,6 juta kilogram) setiap tahun.

Menurut kantor sheriff, hanya Siskiyou County saja diperkirakan menghasilkan sekitar 17,8 juta pon ganja ilegal per tahun.

Dengan harga sekitar US$200 per pon, nilai pasar jalanannya diperkirakan mencapai sedikitnya US$3,6 miliar.

Menurut California Department of Cannabis Control, harga satu pon ganja di pasar gelap California hanya beberapa ratus dolar AS. Namun di wilayah Midwest dan Pantai Timur Amerika Serikat, harganya bisa mencapai sekitar US$1.500 per pon, bahkan lebih tinggi lagi di negara lain.

Dugaan Keterkaitan dengan Kejahatan Terorganisir Tiongkok

Menurut Drug Enforcement Administration (DEA), meskipun kandungan zat aktif ganja terus meningkat selama beberapa tahun terakhir, harga ganja di pasar gelap relatif tetap stabil.

DEA menyatakan bahwa selama dua dekade terakhir, kelompok kejahatan terorganisir asal Tiongkok bersama kelompok kriminal Asia lainnya semakin menguasai perdagangan ganja ilegal.

Dalam Laporan Penilaian Ancaman Narkoba Nasional 2025 (National Drug Threat Assessment 2025), DEA menyatakan: “Kelompok kejahatan terorganisir ini, bersama kartel narkoba Meksiko, memperoleh keuntungan baik dari penanaman dan penjualan ganja ilegal maupun dari penyalahgunaan pasar ganja yang legal.”

Walaupun sejumlah negara bagian telah melegalkan atau mendekriminalisasi ganja, menurut laporan tersebut, kejahatan terorganisir justru tidak berkurang, bahkan semakin berkembang.

Dugaan Penggunaan Pestisida Terlarang

Pada 4 Juni 2026, seorang petugas menemukan bukti penggunaan pestisida di sebuah ladang ganja ilegal di luar Montague, Siskiyou County.

Menurut kantor sheriff, sekitar 80% lokasi penanaman ganja ilegal di wilayah tersebut menggunakan pestisida yang sangat beracun dan telah dilarang. Kemasan pestisida tersebut dilaporkan memiliki label berbahasa asing.

Pendanaan dan Dugaan Eksploitasi Pekerja

DEA menyatakan bahwa jaringan kejahatan lintas negara asal Tiongkok kini diduga mengendalikan penanaman dan distribusi ganja di berbagai negara bagian, mulai dari California hingga Maine.

Laporan tersebut menyebut bahwa pembelian lahan untuk penanaman ganja didanai melalui jaringan keluarga dan komunitas di Tiongkok maupun Amerika Serikat.

DEA juga menyatakan bahwa banyak migran ilegal asal Tiongkok, sebagian diantaranya pernah tinggal bertahun-tahun di Meksiko, direkrut dengan janji pekerjaan yang sah. Setelah tiba di Amerika Serikat, mereka disebut bekerja di lokasi penanaman ganja bersama migran ilegal asal Meksiko dan berada di bawah pengawasan ketat anggota kelompok kejahatan yang mengelola lokasi tersebut.

Menurut laporan itu:”Sebagian besar lokasi penanaman berada di negara bagian yang telah melegalkan industri ganja. Namun banyak di antaranya tidak mengikuti prosedur perizinan yang berlaku atau memperoleh izin melalui cara-cara yang diduga curang. Ketika lokasi tersebut ditemukan aparat, para pelaku biasanya berpindah ke lokasi lain di negara bagian yang sama atau ke negara bagian lain yang juga melegalkan ganja.”

Dugaan Pencucian Uang

DEA juga menyebut adanya dugaan jaringan pencucian uang berskala besar yang melibatkan:

Negara Bagian dengan Penyitaan Ganja Terbanyak

Menurut laporan DEA, pada 2024:

Metode Pengiriman “Shotgun”

Laporan DEA menjelaskan bahwa ganja dalam jumlah besar biasanya diangkut menggunakan truk semi-trailer.

Sementara itu, untuk mengurangi risiko kerugian apabila tertangkap, jaringan tersebut menggunakan metode yang disebut “shotgun transportation”, yaitu mengirim banyak mobil pribadi secara bersamaan, dengan masing-masing kendaraan hanya membawa beberapa ratus pon ganja menuju tujuan yang sama.

Menurut DEA, strategi ini bertujuan untuk mengurangi kerugian apabila salah satu kendaraan berhasil dihentikan oleh aparat penegak hukum.

Label Berbahasa Mandarin pada Pestisida Ilegal

Sheriff Jeremiah LaRue memeriksa sekantong insektisida yang berlabel bahasa Mandarin. Di dalamnya terdapat tiga bungkus kecil insektisida yang ditemukan di salah satu rumah kaca.

“Ini adalah jenis kemasan baru yang belum pernah saya lihat sebelumnya,” katanya.

Kepada The Epoch Times, LaRue mengatakan bahwa sekitar 80% lokasi penanaman ganja ilegal menggunakan pestisida terlarang yang sangat beracun dengan label berbahasa asing, yang menurutnya sebagian besar diselundupkan dari Tiongkok ke Amerika Serikat.

Ia menjelaskan bahwa pestisida tersebut sangat berbahaya, bukan hanya bagi orang yang menggunakannya, tetapi juga bagi para pekerja di lokasi penanaman serta petugas penegak hukum yang harus menanganinya.

“Kami memusnahkannya langsung di lokasi,” katanya. “Kami menghancurkannya di tempat karena tingkat racunnya terlalu tinggi. Kami tidak ingin mengambil risiko dengan memindahkannya.”

Di kamp penanaman tersebut, petugas juga menemukan banyak kaleng bir dan minuman ringan yang bagian atasnya dipotong. Kaleng-kaleng itu digunakan sebagai wadah serbuk beracun yang kemudian dibakar di dalam rumah kaca.

LaRue menjelaskan:”Mereka membakarnya menggunakan api. Kadang mereka menggunakan sumbu kecil seperti sekering untuk menyalakannya sehingga asapnya memenuhi rumah kaca. Tujuannya adalah membunuh semua hama pada tanaman.”

Menurutnya, setelah panen selesai, residu racun masih tetap menempel pada tanaman. Ganja yang telah terkontaminasi kemudian masuk ke pasar legal maupun pasar gelap dan akhirnya dikonsumsi oleh para pengguna.

Ia mengatakan bahwa hasil pelacakan menunjukkan ganja ilegal dari Siskiyou County yang mengandung pestisida sangat beracun telah masuk ke sejumlah gerai ganja berizin di California dan Oregon.

Meskipun ganja yang ditanam secara legal dinyatakan aman, LaRue mengatakan bahwa California tidak menguji semua jenis pestisida.

Ia memperingatkan bahwa menghirup beberapa pestisida yang dilarang dapat berakibat fatal, menyebabkan iritasi kulit yang parah dan gangguan pernapasan. Jika tertelan, zat tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf.

27 Jenis Pestisida Ditemukan

Tim penyidik menemukan 27 jenis pestisida di lokasi penanaman ganja ilegal.

Menurut kantor sheriff:

Menurut National Institutes of Health (NIH), paparan zat tersebut dapat menyebabkan:

Berdasarkan Safe Drinking Water and Toxic Enforcement Act 1986 (Proposition 65), kantor sheriff menyatakan bahwa dari pestisida yang ditemukan:

Kantor sheriff mengatakan bahwa pestisida yang ditemukan dalam operasi penggerebekan pada 4 Juni kemudian diidentifikasi sebagai fumigan berbahan dasar isoprocarb, yaitu senyawa penghambat asetilkolinesterase yang belum pernah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat.

Latar Belakang Jaringan Penanaman

Di beberapa rumah kaca, polisi menemukan tanaman ganja yang diikat menggunakan tali plastik sangat tipis menyerupai senar pancing agar tumbuh sesuai arah tertentu.

Menurut LaRue, teknik tersebut telah lama digunakan oleh sebagian petani Hmong (Miao) dalam budidaya ganja di California, Oregon, dan Washington.

Catatan: Suku Hmong merupakan kelompok etnis yang tersebar di Laos, Vietnam, Thailand, dan wilayah selatan Tiongkok seperti Guizhou dan Yunnan.

LaRue mengatakan bahwa antara 2016 hingga 2019, setelah California melonggarkan aturan mengenai ganja, sekitar 2.000 orang, sebagian besar berasal dari komunitas Hmong, pindah ke Siskiyou County untuk menanam dan menjual ganja di pasar gelap.

Mereka membeli tanah yang relatif murah karena tanah vulkanik di daerah tersebut kurang cocok untuk pertanian lain, meskipun secara tata ruang diperuntukkan bagi kawasan permukiman.

Ukuran lahan berkisar antara 1 hingga 100 acre.

Bahkan lahan terkecil sekalipun umumnya memiliki:

Menurut kantor sheriff, rata-rata setiap lahan dapat menanam sekitar 2.017 tanaman ganja, dengan panen 3–4 kali setiap tahun.

Setiap tanaman menghasilkan sekitar 1–5 pon bunga ganja dalam satu siklus panen.

Kantor sheriff juga menyebut bahwa para pemimpin komunitas yang mewakili para penanam memperkirakan saat ini terdapat sekitar 5.000–8.000 pekerja yang bekerja di lokasi penanaman ilegal di Siskiyou County.

Latar Belakang Komunitas Hmong

Suku Hmong memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Tiongkok. Nenek moyang mereka berasal dari wilayah Tiongkok dan kemudian bermigrasi ke Laos, Vietnam, Thailand, serta akhirnya ke Amerika Serikat.

Pada masa Perang Saudara Laos, yang dikenal sebagai “Secret War”, CIA merekrut ribuan pria Hmong untuk membantu melawan pasukan komunis.

Setelah pemerintahan komunis mengambil alih Laos dan jatuhnya Saigon pada tahun 1975, banyak warga Hmong mengalami penganiayaan. Mereka melarikan diri ke kamp-kamp pengungsi di Thailand sebelum kemudian bermukim di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia.

Dugaan Perbudakan dalam Industri Narkoba

Menurut LaRue, berkembangnya lokasi penanaman ganja ilegal juga memunculkan dugaan praktik perbudakan tenaga kerja dalam perdagangan narkoba, yang sulit diawasi maupun dibuktikan secara hukum.

Ia menduga sebagian pekerja, termasuk yang diduga merupakan imigran tanpa dokumen, bekerja untuk mengirim uang ke keluarga di Tiongkok atau melunasi utang kepada kartel narkoba Meksiko yang membantu mereka masuk ke Amerika Serikat.

LaRue mengatakan bahwa undang-undang California, termasuk Senate Bill 54, membatasi aparat kepolisian dalam menanyakan status imigrasi seseorang. Hal tersebut menyulitkan penyelidikan mengenai apakah pekerja di lokasi penanaman merupakan imigran ilegal.

Kondisi Hidup Para Pekerja

Menurut LaRue, kondisi kehidupan para pekerja sangat memprihatinkan.

Mereka mengalami:

Ia mengatakan bahwa dalam banyak kasus mereka sekaligus merupakan pelaku dan korban.

“Mereka ditipu. Upah yang akhirnya mereka terima jauh lebih kecil daripada yang dijanjikan. Tetapi sebagian besar dari mereka takut berbicara kepada polisi karena khawatir akan mendapat pembalasan.”

LaRue mengingat sebuah surat yang diterimanya dari seorang pekerja yang berhasil melarikan diri.

“Mereka melarikan diri pada tengah malam. Mereka diancam akan dibunuh apabila mencoba pergi.”

Menurutnya, petugas akan memeriksa tempat tinggal para pekerja untuk mencari bukti apakah mereka dipaksa bekerja.

Apabila ditemukan korban kerja paksa, pihak kepolisian akan:

LaRue mengatakan:”Tidak semua orang berada di lokasi penanaman itu atas kemauan sendiri. Tugas kami sebagai penyidik adalah memastikan mereka bukan korban perdagangan manusia yang dipaksa bekerja untuk membayar utang. Sebagian besar dari mereka tidak mau menceritakan alasan sebenarnya mengapa mereka berada di sana. Mereka sangat ketakutan.”

Ia menambahkan bahwa barang-barang pribadi yang ditemukan di gubuk-gubuk kayu lapis sangat sedikit—hanya beberapa potong pakaian dan perlengkapan sederhana—yang menurutnya menunjukkan bahwa para pekerja kemungkinan dibawa ke lokasi tersebut dan tidak memiliki tempat lain untuk pergi.

Di dalam sebuah trailer, petugas menemukan tabung gas propana luar ruangan yang digunakan sebagai alat pemanas, yang dinilai berisiko menyebabkan kebakaran maupun keracunan karbon monoksida.

Petugas juga menemukan kartu nama perusahaan pengangkut air.

Di sebuah gubuk bersama, terdapat banyak air minum dalam kemasan. Menurut sheriff, hal itu menunjukkan bahwa para pekerja tidak menggunakan air yang diangkut dengan truk untuk memasak atau minum karena diduga air tersebut telah tercemar.

Gugatan Berakhir dengan Kesepakatan Damai

American Civil Liberties Union (ACLU) yang berkantor pusat di New York mengajukan gugatan class action terhadap Siskiyou County dan Sheriff Jeremiah LaRue. Gugatan tersebut menuduh pemerintah daerah memberlakukan kebijakan yang membatasi pasokan air ke lokasi-lokasi penanaman ganja ilegal di kawasan Mount Shasta Vista, serta menuduh sheriff melakukan diskriminasi rasial dengan menargetkan komunitas Asia, terutama komunitas Hmong.

Pada Agustus 2022, ACLU Foundation of Northern California, Asian Americans Advancing Justice (AAAJ) – Asian Law Caucus, bersama firma hukum Covington & Burling LLP, mewakili empat warga keturunan Asia-Amerika mengajukan gugatan. Mereka menuduh pejabat daerah melakukan:

Pada 30 Juni, Dewan Pengawas Siskiyou County menyetujui pembayaran US$650.000 sebagai penyelesaian atas sisa tuntutan dalam perkara Mathis dkk. vs. County of Siskiyou dkk. Sebelumnya, pada Desember tahun lalu telah dicapai penyelesaian sebagian sebesar US$350.000.

Siapa Pelaku Penanaman Ganja Ilegal?

Berdasarkan berbagai kesaksian di Kongres AS, sebagian besar lokasi penanaman ganja ilegal berskala besar di ruang terbuka disebut memiliki kaitan dengan kartel narkoba Meksiko dan kelompok kejahatan Asia, terutama yang berasal dari Tiongkok.

Sheriff LaRue mengatakan bahwa di kawasan Mount Shasta Vista:

Ia menambahkan:”Sebagian besar perkebunan berskala besar, sekitar 80 hingga 100 acre, dioperasikan oleh pengelola asal Tiongkok yang memproduksi ganja ilegal dalam skala industri.”

Menurut LaRue, jaringan di balik penanaman ilegal merupakan:”Jaringan yang sangat tertutup dan terdiri dari banyak individu.”

Ia mengatakan bahwa jaringan tersebut kemungkinan memiliki hubungan dengan Tiongkok daratan, meskipun hubungan tersebut sulit dibuktikan secara langsung.

“Yang dapat kami pastikan adalah uang dari daerah kami mengalir ke Tiongkok.”

Kepemilikan Tanah Sulit Dilacak

Menurut LaRue, sebagian besar sertifikat kepemilikan tanah mencantumkan beberapa nama sekaligus.

Ia menjelaskan:”Mereka memasukkan banyak nama pada dokumen kepemilikan. Nama-nama itu bisa asli maupun palsu, dengan alamat yang tersebar di berbagai negara bagian, sehingga sangat sulit ditelusuri.”

Akibatnya, ketika polisi melakukan penggeledahan, orang-orang yang berada di lokasi hampir tidak pernah merupakan pemilik resmi yang tercantum dalam dokumen.

Menurutnya:”Ada jarak yang sengaja diciptakan antara pemilik sebenarnya dan orang yang berada di lapangan.”

Para pekerja yang ditemui polisi biasanya mengaku hanya bekerja untuk orang lain atau mengaku menempati lahan tersebut secara ilegal.

Pada awalnya, sebagian mengaku sebagai kerabat pemilik tanah. Namun ketika polisi menghubungi pemilik yang tercatat dalam dokumen, mereka sering mengatakan tidak mengetahui siapa yang menanam ganja di lahannya.

LaRue mengatakan:”Informasi dalam dokumen kepemilikan sering kali tidak mencerminkan kenyataan.”

“Ini adalah permainan penyamaran identitas dalam skala besar yang dilakukan secara sengaja.”

Dugaan Kerja Sama antara Komunitas Hmong dan Kelompok Asal Tiongkok

LaRue mengatakan bahwa komunitas Hmong tampaknya mulai bekerja sama dengan para penanam asal Tiongkok dan kini juga menggunakan pestisida yang sama, yaitu pestisida yang telah dilarang.

Ia menjelaskan:”Ketika pestisida buatan Tiongkok pertama kali muncul di Siskiyou County, kami menemukannya di lokasi penanaman milik orang Tiongkok. Belakangan kami juga menemukannya di lokasi milik komunitas Hmong. Dari penyelidikan kami diketahui bahwa sebagian petani Hmong membeli pestisida berlabel bahasa Mandarin tersebut dari para penanam asal Tiongkok.”

Menurutnya, kedua kelompok tersebut kemungkinan bekerja sama atau setidaknya saling mentoleransi model bisnis masing-masing.

“Saat ini kami tidak melihat banyak perebutan wilayah.”

Kritik terhadap Penegakan Aturan Lingkungan

LaRue mengatakan bahwa California dikenal memiliki peraturan lingkungan yang sangat ketat.

Perusahaan diwajibkan memberikan peringatan mengenai bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker atau gangguan kesehatan.

Namun menurutnya, penegakan aturan tersebut tidak berlaku sama terhadap lokasi penanaman ganja ilegal.

Ia mengatakan pemerintah negara bagian mengklaim ingin melindungi lingkungan, tetapi gagal mengambil tindakan terhadap penanaman ganja ilegal yang menurutnya:

Ia mengatakan:”Masalah ini sengaja ditutup-tutupi. Menurut saya ini sangat munafik.”

“Bahkan ketika masyarakat mempertanyakannya, pemerintah tetap tidak memberikan tanggapan yang memadai dan menolak menghadapi persoalan ini.”

Menurut LaRue, penanaman ganja ilegal di daerahnya berlangsung secara terang-terangan, tetapi para pemimpin negara bagian enggan mengakui besarnya masalah maupun mengakui bahwa kebijakan mereka telah berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

“Karena ini merupakan pemberitaan yang buruk.”

Tuduhan Standar Ganda

LaRue berpendapat bahwa apabila praktik serupa terjadi pada komoditas pertanian lain, maka pemerintah akan menganggapnya sebagai:

serta menjatuhkan denda besar dan tuntutan pidana kepada pelakunya.

Namun menurutnya:”Hampir semua lembaga pemerintah negara bagian sangat berhati-hati untuk menghindari persoalan penanaman ganja ilegal.”

Ia menambahkan:”Yang paling tidak masuk akal adalah mereka menindak siapa saja untuk pelanggaran lain, tetapi ketika menyangkut ganja, mereka justru menutup mata. Ini adalah standar ganda.”

Persoalan Penggunaan Air

Di daerah aliran Sungai Shasta dan Sungai Scott, para peternak dan petani yang memiliki izin resmi dikenai pembatasan penggunaan air yang ketat.

Namun LaRue menuduh pemerintah California tidak mengambil tindakan terhadap penggunaan air secara ilegal untuk penanaman ganja, termasuk:

Ia mengatakan:”Jika air itu digunakan untuk menanam ganja ilegal, mereka tidak didenda dan tidak menerima surat penghentian penggunaan air. Sementara lahan pertanian yang sah justru dipaksa menghentikan kegiatannya.”

Menurutnya:”Ketika orang-orang yang ingin bekerja secara jujur dilarang menggunakan air di daerah mereka sendiri, sementara jaringan kriminal pasar gelap tetap bebas beroperasi, itu adalah sesuatu yang munafik dan sangat membuat frustasi.”

Keterbatasan Aparat dan Meningkatnya Kejahatan

LaRue mengatakan bahwa kantor sheriff kekurangan personel untuk mengawasi wilayah seluas lebih dari 6.300 mil persegi, terutama karena banyaknya lokasi penanaman ganja ilegal yang tersebar di berbagai bagian Siskiyou County.

Ia juga menyatakan bahwa kejahatan dengan kekerasan yang berkaitan dengan penanaman ganja ilegal meningkat secara signifikan.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir telah terjadi berbagai kasus yang berkaitan dengan aktivitas tersebut, termasuk:

Pemerintah Negara Bagian Membantah Pernyataan Sheriff

Meskipun lembaga-lembaga pemerintah negara bagian California menyatakan telah melakukan segala upaya untuk memberantas pasar gelap ganja, Sheriff Jeremiah LaRue mengatakan kenyataannya tidak demikian. Menurutnya, jumlah ganja ilegal yang berhasil disita hanyalah sebagian sangat kecil dibandingkan dengan jumlah ganja yang diproduksi dan diperdagangkan di pasar gelap.

Kantor Gubernur California Gavin Newsom dalam siaran pers pada 8 Juli menyatakan bahwa sejak dibentuknya Satuan Tugas Penegakan Hukum Ganja Terpadu pada tahun 2022, tim tersebut telah:

Dalam siaran pers bulan April, kantor gubernur juga menyebutkan bahwa sejak California melegalkan ganja melalui Proposition 64 pada tahun 2016, negara bagian telah:

Pada Juli 2023, satuan tugas tersebut melaksanakan 24 surat perintah penggeledahan di Siskiyou County dan menyita ganja ilegal senilai US$68,5 juta, belasan senjata api, serta pestisida ilegal. Setelah operasi itu, juga dijatuhkan denda sekitar US$30.000.

LaRue mengatakan ia menghargai upaya satuan tugas tersebut tiga tahun lalu, tetapi setelah operasi itu mereka tidak pernah lagi kembali ke Siskiyou County untuk membantu pemberantasan ganja ilegal maupun melakukan operasi besar lainnya.

Menurutnya, apabila satuan tugas kembali melakukan operasi pada waktu itu, kantor sheriff bersama Departemen Pengendalian Ganja sebenarnya dapat secara signifikan mengurangi produksi dan keuntungan pasar gelap pada musim panas tersebut.

LaRue juga menyatakan bahwa ia telah berulang kali meminta gubernur dan lembaga negara bagian untuk melakukan lebih banyak operasi yang dipimpin pemerintah negara bagian, termasuk penggerebekan dan penangkapan, bukan sekadar memusnahkan tanaman ganja ilegal.

Tanggapan Pemerintah California

Kantor Gubernur tidak memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan media, melainkan meneruskannya kepada California Department of Cannabis Control (DCC) dan California Department of Fish and Wildlife (CDFW).

Wakil Direktur Urusan Publik CDFW, Alicia de la Garza, dalam email kepada The Epoch Times mengatakan bahwa sejak satuan tugas dibentuk pada tahun 2022:

Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun 2025, petugas CDFW:

Dalam operasi tersebut disita sekitar:

Selama tahun 2025, CDFW juga:

Selain itu, CDFW mendukung operasi lembaga lain di Siskiyou County yang mencakup:

Namun, kantor sheriff membantah klaim tersebut dan menuduh pemerintah negara bagian memanipulasi data serta mengambil kredit atas sebagian besar pekerjaan yang sebenarnya dilakukan oleh aparat Siskiyou County.

Departemen Pengendalian Ganja: Masalah Ini Memang Serius

Wakil Direktur Urusan Publik DCC, Jordan Traverso, mengakui bahwa penanaman ganja ilegal di Siskiyou County merupakan:”Masalah serius yang berdampak pada keselamatan publik, lingkungan, dan masyarakat.”

Ia menegaskan bahwa masalah tersebut tetap menjadi salah satu prioritas penegakan hukum.

Traverso membantah tuduhan bahwa California membiarkan petani ganja ilegal menggunakan air secara bebas sementara membatasi jatah air bagi petani dan peternak yang sah.

Ia menulis:”Apabila kegiatan penanaman ganja ilegal melibatkan pencurian air, pengalihan aliran air tanpa izin, perusakan saluran air, atau pelanggaran pembatasan penggunaan air, maka tindakan tersebut adalah ilegal. Menanam ganja bukanlah alasan untuk membenarkan pelanggaran penggunaan air.”

Ia menambahkan:”Petani ganja ilegal tidak diberi izin mengambil air. Mereka melanggar hukum.”

Traverso juga menolak tuduhan bahwa pemerintah California menutup mata terhadap penggunaan pestisida terlarang, fumigan ilegal, pencurian air, pencemaran lingkungan, maupun berbagai pelanggaran lain di lokasi penanaman ganja ilegal.

Ia mengatakan:”Penanam ganja ilegal tidak mendapat perlakuan istimewa, dan Departemen Pengendalian Ganja menolak anggapan bahwa pemerintah negara bagian mengabaikan pelanggaran lingkungan yang berkaitan dengan penanaman ganja ilegal.”

Saat ini terdapat sekitar 150 petugas penegak hukum di seluruh California yang menangani penegakan hukum terkait ganja, sekitar 75 orang di antaranya berasal dari Departemen Pengendalian Ganja dan Departemen Perikanan dan Satwa Liar.

Fokus pada Kejahatan Terorganisir

Traverso mengatakan prioritas utama DCC adalah menyelidiki jaringan kejahatan terorganisir di balik pasar gelap, termasuk:

Mengenai dugaan perdagangan manusia, Traverso mengatakan hal tersebut merupakan tindak pidana serius yang harus diselidiki oleh aparat penegak hukum setempat dan diproses apabila terdapat bukti yang cukup.

Ia menulis:”Para pekerja yang dieksploitasi di kamp-kamp tersebut dapat berstatus sebagai korban, saksi, tersangka, atau kombinasi dari semuanya. Jika seseorang dipaksa, diancam, dibatasi kebebasannya, dipaksa bekerja, atau harus bekerja untuk melunasi utang di lokasi penanaman ganja ilegal, mereka tidak boleh dianggap sekadar korban sampingan atau hanya dipandang sebagai persoalan status imigrasi.”

Traverso menegaskan bahwa aparat penegak hukum daerah memiliki kewenangan untuk menyelidiki:

serta mengumpulkan bukti, melakukan penangkapan, dan mengajukan tuntutan pidana.

Ia mengatakan:”Mereka adalah lembaga utama penegak hukum di wilayahnya dan merupakan mitra penting dalam setiap respons yang lebih luas dari pemerintah negara bagian maupun federal.”

Menurut Traverso, kelompok pelaku ilegal terus beradaptasi dengan cara berpindah lokasi, membangun kembali fasilitas, menggunakan perantara, serta mendistribusikan produk melalui berbagai jalur. Oleh karena itu, menindak satu lokasi saja tidak cukup untuk membongkar seluruh jaringan kriminal.

Dugaan Keterlibatan Jaringan Kejahatan Tiongkok

Traverso mengatakan bahwa Departemen Pengendalian Ganja juga menyelidiki aktivitas kejahatan lintas negara dan membantah anggapan bahwa California tidak menganggap penanaman ganja ilegal sebagai bagian dari kejahatan terorganisir.

Ia mengonfirmasi bahwa dalam banyak kasus, pihaknya menemukan keterlibatan jaringan kejahatan terorganisir dari Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya dalam penanaman ganja ilegal serta pencucian uang di California.

Namun ia menegaskan bahwa kepemilikan suatu lahan saja belum cukup untuk membuktikan kesalahan seseorang di pengadilan.

Menurutnya:”Kemarahan masyarakat tidak dapat menggantikan standar pembuktian yang diperlukan dalam perkara pidana.”

Pendekatan Pemerintah Tidak Hanya Penegakan Hukum

Traverso mengatakan tugas DCC tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga:

Ia mengatakan:”Tujuan kami bukan hanya menghukum pelaku setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga membangun pasar legal yang lebih stabil, lebih kompetitif, dan lebih dapat dipercaya, sekaligus mengurangi keuntungan dan kemudahan akses ke pasar ilegal.”

Siskiyou County Tidak Memenuhi Syarat Mendapat Dana Hibah

Pada 25 Juni, Gubernur Gavin Newsom mengumumkan alokasi dana sebesar US$227 juta untuk:”memberantas aktivitas ganja ilegal dan melindungi masyarakat California.”

Newsom mengatakan:”Para pemilih telah menciptakan pasar ganja yang legal dan diatur. Tanggung jawab kita adalah memastikan sistem tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Itu berarti kita harus terus menindak keras operasi ganja ilegal yang mengancam keselamatan publik, mengeksploitasi pekerja, merusak lingkungan, dan merugikan pelaku usaha yang mematuhi hukum.”

Ia menambahkan bahwa dana tersebut akan membantu masyarakat memperkuat penegakan hukum, mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan membuat komunitas menjadi lebih aman.

Namun, Direktur Komunikasi Board of State and Community Corrections, Jana Sanford-Miller, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa Siskiyou County tidak akan menerima dana tersebut.

Menurutnya:”Siskiyou County tidak memenuhi syarat menerima hibah Proposition 64 karena county tersebut tidak mengizinkan penjualan ganja melalui toko ritel.”

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana digunakan untuk program pendidikan mengenai ganja dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, dari total US$227 juta tersebut, sekitar US$135 juta secara khusus dialokasikan untuk keamanan publik dan penegakan hukum.

Sumber: Artikel asli Inside California’s Battle With the Marijuana Black Market yang diterbitkan oleh edisi bahasa Inggris The Epoch Times. (Dialihbahasakan dari Epoch Times).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Jelaskan Dasar Penerimaan Pelimpahan Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
• 4 jam lalu
0
thumb
Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah Jika Kembali Mangkir dari Pemeriksaan
• 3 jam lalu
0
thumb
Jangan Cuma Ikut Tren, Wamenlu Dorong Kampus Pimpin Riset ESG
• 13 jam lalu
0
thumb
Saatnya Main di Luar, Kualitas Udara Bandung dan Semarang Terbaik di RI Pagi Ini
• 12 jam lalu
0
thumb
LBH Pers Makassar pertanyakan kasus kekerasan jurnalis di Polda Sulsel
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.