BPJS Kesehatan: Lebih dari 71 Juta Anak Terlindungi Program JKN

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 71 juta anak usia 0–17 tahun telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Juni 2026. Cakupan tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk memastikan anak memperoleh akses layanan kesehatan sejak dini, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) sesuai indikasi medis.

Perlindungan kesehatan bagi anak menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang mereka. Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan gizi seimbang, lingkungan yang sehat, serta akses layanan kesehatan yang mudah agar setiap gangguan kesehatan dapat ditangani sedini mungkin.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan sepanjang 2025 BPJS Kesehatan mengalokasikan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta usia 0–17 tahun sebesar Rp25,32 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp588,93 miliar digunakan untuk pelayanan di FKTP, sedangkan Rp24,73 triliun dialokasikan untuk pelayanan di FKRTL.

"Dari besarnya biaya tersebut, gangguan kesehatan pada anak masih didominasi oleh berbagai penyakit infeksi. Di FKTP misalnya, pelayanan paling banyak diberikan untuk kasus flu dengan lebih dari 7,38 juta kunjungan, disusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 7,38 juta kunjungan. Selain itu, demam, gangguan pertumbuhan gigi, diare, radang tenggorokan, batuk, hingga gangguan pencernaan juga menjadi alasan utama anak memanfaatkan layanan kesehatan di FKTP," kata Rizzky.

Di rumah sakit, layanan kesehatan anak paling banyak diberikan untuk penanganan demam tifoid, gastroenteritis atau diare, demam berdarah, bronkopneumonia, dispepsia, hingga pneumonia.

Menurut BPJS Kesehatan, tingginya kasus tersebut menunjukkan anak masih rentan terhadap berbagai penyakit, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang memerlukan perawatan lanjutan.

Rizzky menilai kesehatan anak menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, kemudahan akses terhadap layanan kesehatan dinilai penting agar setiap anak memperoleh penanganan medis secara tepat waktu.

"Anak berada pada fase pertumbuhan yang sangat menentukan kualitas kesehatannya di masa depan. Melalui Program JKN, anak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan mulai dari FKTP hingga rumah sakit sesuai indikasi medis. Perlindungan tersebut memberikan rasa aman bagi orang tua karena anak dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya," ujar Rizzky.

Ia menambahkan, tingginya angka penyakit pada anak juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat menghambat proses tumbuh kembang anak.

Selain itu, Rizzky mengatakan peningkatan kualitas kesehatan anak membutuhkan dukungan berbagai program pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, sementara Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berperan dalam mendeteksi faktor risiko maupun gangguan kesehatan sejak dini.

Sinergi kedua program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga memperkuat layanan promotif dan preventif melalui Skrining Riwayat Kesehatan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini.

"Sepanjang tahun 2025, layanan Skrining Riwayat Kesehatan telah dimanfaatkan sebanyak 66,19 juta kali oleh peserta JKN. Melalui skrining tersebut, peserta dapat mengenali faktor risiko penyakit lebih dini sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat," tegas Rizzky.

BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat memastikan seluruh anggota keluarga, termasuk anak-anak, telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan status kepesertaan aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, peserta dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis kapan pun diperlukan.

"Perlindungan kesehatan yang optimal tidak hanya dibangun melalui pola hidup sehat, tetapi juga dengan memastikan seluruh anggota keluarga memiliki jaminan kesehatan. Karena itu, kami mengajak masyarakat memastikan kepesertaan JKN tetap aktif agar manfaat Program JKN dapat dimanfaatkan secara optimal ketika dibutuhkan," tutup Rizzky.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BPTD Kelas II Sulsel Gelar Bimtek Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD), Perkuat Peran Pendidik Tanamkan Budaya Tertib Lalin Sejak Dini
• 22 jam lalu
0
thumb
DPRD DKI Desak Reforma Agraria di Kampung Pasar Lama Jakut, 752 KK Tunggu Kepastian Hak Tanah
• 20 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Jangan Senang Dulu, Kasus Ijazah Palsu Jokowi Belum Benar-benar Tamat
• 10 jam lalu
0
thumb
Menteri Israel: Tujuan Utama Kami Rebut Kendali Gaza, Bangun Permukiman di Sana
• 12 jam lalu
0
thumb
Kapolri Cup 2026 Siap Digelar, Libatkan Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.