Depok (ANTARA) - UI GreenMetric secara resmi memperkenalkan UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings melalui peluncuran awal dan sosialisasi daring untuk memperluas kontribusinya terhadap pembangunan yang berkelanjutan.
Ketua UI GreenMetric, Dr Vishnu Juwono di Kampus UI Depok, Jumat, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: UI GreenMetric dan IUTE satukan kampus dunia untuk aksi iklim nyata
"Sektor swasta memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak sosial yang positif, " katanya.
Kehadiran UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings diharapkan dapat menjadi instrumen penilai yang mendorong perusahaan untuk mengukur, mengevaluasi, dan menaikkan standar kinerja ESG mereka.
Melalui inisiatif ini, UI GreenMetric mempertegas komitmennya untuk terus berinovasi dalam mengawal agenda keberlanjutan global.
Perluasan cakupan pemeringkatan ke sektor korporasi diharapkan mampu mendorong industri nasional untuk meningkatkan daya saing global sekaligus memberikan dampak positif nyata bagi lingkungan dan masyarakat
Sekretaris Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof Dr Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar memberikan perspektif mengenai peran tata kelola ESG dalam memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjawab ekspektasi publik terhadap transparansi bisnis modern.
Baca juga: UI perguruan tinggi paling berkelanjutan versi UI GreenMetric 2024
Baca juga: UI GreenMetric perkuat Kampus Berkelanjutan dengan kedutaan Turki
Manager of Operations, Data, and Service Development UI GreenMetric, Rahmi mengatakan metodologi ini dirancang sebagai tolok ukur komprehensif berbasis indikator terukur untuk membantu perusahaan mengidentifikasi peluang perbaikan, memperkuat transparansi, dan membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Direktur Keuangan Berkelanjutan, Direktorat Pengembangan Keuangan Berkelanjutan dan Tata Kelola (DUKB–DSKT) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), R. Joko Siswanto mengatakan pentingnya penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia dan peran ESG sebagai pilar tata kelola perusahaan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.
Ketua UI GreenMetric, Dr Vishnu Juwono di Kampus UI Depok, Jumat, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: UI GreenMetric dan IUTE satukan kampus dunia untuk aksi iklim nyata
"Sektor swasta memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui tata kelola yang baik, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta penciptaan dampak sosial yang positif, " katanya.
Kehadiran UI GreenMetric Sustainable Corporate Rankings diharapkan dapat menjadi instrumen penilai yang mendorong perusahaan untuk mengukur, mengevaluasi, dan menaikkan standar kinerja ESG mereka.
Melalui inisiatif ini, UI GreenMetric mempertegas komitmennya untuk terus berinovasi dalam mengawal agenda keberlanjutan global.
Perluasan cakupan pemeringkatan ke sektor korporasi diharapkan mampu mendorong industri nasional untuk meningkatkan daya saing global sekaligus memberikan dampak positif nyata bagi lingkungan dan masyarakat
Sekretaris Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof Dr Sylvia Veronica Nalurita Purnama Siregar memberikan perspektif mengenai peran tata kelola ESG dalam memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjawab ekspektasi publik terhadap transparansi bisnis modern.
Baca juga: UI perguruan tinggi paling berkelanjutan versi UI GreenMetric 2024
Baca juga: UI GreenMetric perkuat Kampus Berkelanjutan dengan kedutaan Turki
Manager of Operations, Data, and Service Development UI GreenMetric, Rahmi mengatakan metodologi ini dirancang sebagai tolok ukur komprehensif berbasis indikator terukur untuk membantu perusahaan mengidentifikasi peluang perbaikan, memperkuat transparansi, dan membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Direktur Keuangan Berkelanjutan, Direktorat Pengembangan Keuangan Berkelanjutan dan Tata Kelola (DUKB–DSKT) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), R. Joko Siswanto mengatakan pentingnya penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan di Indonesia dan peran ESG sebagai pilar tata kelola perusahaan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.






Komentar (0)