Suara mesin jahit terdengar nyaring, sejalan dengan bekerjanya jarum yang bergerak naik turun untuk menyambung dua kain berwarna merah dan putih. Suara mesin jahit itu kini sering terdengar sejalan dengan dimulainya usaha musiman warga Kampung Bendera di Jalan Darmo Kali, Surabaya, Jawa Timur, seperti terlihat pada Jumat (24/7/2026) siang.
Menjelang Hari Kemerdekaan pada Agutus, jalan tersebut begitu meriah. Nuansa merah-putih dari bendera dan umbul-umbul yang dipajang penjual di sepanjang jalan untuk menarik minat pembeli menghadirkan nuansa khusus. Kampung tersebut seperti bersolek lebih awal.
Selain memproduksi sendiri, banyak juga warga yang membuka kios dadakan dengan menjual barang yang dibuat tetangganya. Kios-kios tersebut hanya dibangun sederhana menggunakan terop atau bambu-bambu yang kemudian diberi atap.
Namun, kemeriahan dan semarak nuansa merah-putih tersebut tidak serta-merta menumbuhkan optimisme pelaku usaha. Sudah tiga tahun terakhir penjualan semakin anjlok dan banyak perajin kehilangan pesanan dari luar kota. Hal tersebut diungkapkan oleh satu penjual sekaligus perajin bendera Merah Putih, Arifin (59).
Arifin mengungkapkan bahwa dulu perajin sudah siap-siap membeli, bahan sejak Januari, untuk kemudian memproduksi bendera sebagai stok. ”Saat ini sudah tidak bisa, saya baru beli bahan awal Juni dan biasanya melayani pesanan saja, stok pun tidak banyak,” ujar Arifin sembari menjahit umbul-umbul pesanan pelanggan.
Penjual bendera. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)
Semarak penjual bendera. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)
Pembeli memilih bendera plastik. (KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA)
“Dulu pelanggan bisa datang dari luar pulau seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua. Kini ya hanya sekitar-sekitar sini saja,” tambahnya.
Menurut Arifin, kondisi saat ini memang sudah berubah. Saat ramai Arifin mengatakan bahwa penghasilannya satu bulan bisa menutupi kebutuhan hidupnya satu tahun. “Kondisi ekonomi lagi tidak baik-baik saja. Tekanan ekonomi sudah ke semua sektor kehidupan. Masyarakat banyak yang melakukan efisiensi,” katanya.
Selain perajin dan pedagang bendera, semarak perayaan Hari Kemerdekaan juga disambut instansi swasta maupun pemerintahan. Mereka mulai menghias kantor dan sudut-sudut kota seperti di sekitar Balai Kota Surabaya. Jalan-jalan di sekitarnya mulai dipasangi umbul-umbul merah putih.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya misalnya, memasang dekorasi yang bergambar burung garuda di depan Balai Kota. Dengan ukuran mencapai tinggi 7 meter dan lebar 15 meter membuat dekorasi tersebut tampak mencolok. Dekorasi tersebut juga dilengkapi lampu hias yang membuat dekorasi tersebut lebih menarik saat malam hari.
Hari Kemerdekaan diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan kembali semangat mengisi kemerdekaan. Berusaha semaksimal mungkin di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah.
Peringatan Hari Kemerdekaan semoga menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendapatkan kemerdekaan yang sebenarnya. Merdeka dari rasa takut karena berbeda pendapat maupun merdeka dari rasa takut kelaparan karena ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.






Komentar (0)