Polemik klub lari Warga Negara Asing (WNA) yang melarang warga lokal atau WNI mengikuti acaranya juga mendapat sorotan keras dari Josh Fothergill.
Josh merupakan Warga Negara Inggris sekaligus influencer yang memiliki nama panggung joshberlari.
Ia kerap membagikan aktivitas olahraganya termasuk olahraga lari yang digelutinya. Di akun instagram pribadinya joshberlari, ia menyayangkan diskriminasi yang dilakukan oleh komunitas lari tersebut.
"Ada klub lari di Bali yang melarang Indonesia untuk bergabung. Kita bikin video ini untuk speak up, karena sudah terlalu lama sebagai orang asing di Indonesia bikin club lari yang menguasai seluruh jalan bikin macet dan mendiskriminasi orang. Sudah waktunya kita membela orang orang Indonesia yang kita cintai," ucap Josh dalam video tersebut.
Kepada kumparan, Josh mengatakan video itu memang dibuat karena ia sudah lelah melihat turis asing datang ke Indonesia dan tidak menghormati warga lokal.
"Saya sudah lelah melihat sesama orang asing datang ke negeri ini dan tidak menghormati masyarakat lokal. Rasa frustrasi tersebut, ditambah dengan berbulan-bulan menyaksikan komunitas lari ini mengambil alih jalan umum dan menimbulkan kekacauan bagi warga sekitar," ujar Josh melalui pesan singkat, Jumat (24/7).
Ia menegaskan, tidak seharusnya komunitas lari tersebut melarang orang Indonesia mengikuti kegiatan mereka. Dan menurutnya sikap itu tidak bisa diterima.
"Tentu saja (diskriminatif), bagaimana bisa seseorang datang ke Indonesia dan merasa berhak membuat komunitas lari yang mendiskriminasi dan melarang orang Indonesia untuk bergabung? Itu sama sekali tidak bisa diterima," tegas dia.
Josh sendiri mengaku belum dan tidak mau untuk berbicara langsung dengan komunitas lari tersebut. Ia memilih untuk menjaga jarak dengan mereka.
"Josh tidak pernah mengkonfirmasi atau berbicara langsung dengan komunitas tersebut, dan tidak memiliki niat untuk melakukannya. Saya lebih memilih untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari mereka," imbuh Josh.
Josh juga menegaskan, meskipun ia merupakan warga negara asing namun ia amat cinta terhadap Indonesia. Bahkan istrinya sendiri merupakan seorang warga negara Indonesia.
"Istri saya adalah orang Indonesia dan seluruh keluarga istri adalah orang Indonesia. Saya telah tinggal di Indonesia selama lima tahun dan sangat mencintai budaya, negara, dan masyarakatnya," kata Josh.
Polisi SelidikiPolisi menyelidiki dugaan diskriminasi dalam acara yang digelar oleh komunitas lari ini.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, Polres Badung sudah diterjukan untuk melakukan penyelidikan terkait aktivitas komunitas tersebut.
"Iya, semuanya yang berkaitan dengan yang tadi dikatakan ada diskriminasi dan segala macam itu. Apakah ada pelanggaran hukum apa tidak kan gitu kita telusuri," ujar Ariasandy kepada kumparan, Jumat (24/7).
Saat ini polisi masih dalam proses mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait aktivitas dari komunitas lari tersebut untuk mengetahui apakah ada tindak pidana.
"Masih dilakukan pulbaket, apakah ada pelanggaran hukum apa tidak kan gitu kita telusuri," jelas dia.
Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan resmi baik terkait aktivitas komunitas lari tersebut.
"Belum ada itu sampai sampai setahu saya sampai sekarang belum ada," kata dia.
Ni Luh Djelantik Layangkan ProtesNi Luh Djelantik yang merupakan anggota DPD RI asal Bali memprotes keras dugaan diskriminasi tersebut.
Dia meminta Polda Bali, Imigrasi Bali, Ngurah Rai, menyelidiki polemik ini.
"Kepada para WNA yang tidak menerima keanggotaan WNI, kalian melakukannya di Bali, kalian melakukannya di Indonesia, ini adalah Tanah Air Kami," ujar Ni Luh di akun Instagramnya.
Ni Luh juga meminta aparat kepolisian mendalami dugaan kegiatan itu yang tak berizin itu.
Sementara itu, klub lari yang sempat dimention oleh Josh yaitu Entourage Run Club, mengeluarkan pernyataan di akun Instagram mereka @entourage.runclub. Mereka menyebut tidak pernah bermaksud bersikap tidak sopan ataupun melakukan diskriminasi terhadap siapa pun.






Komentar (0)