Kehilangan pencari nafkah maupun memasuki masa pensiun merupakan dua fase kehidupan yang sama-sama membawa tantangan terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga. Pada fase inilah para pekerja dan keluarganya membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan, tetapi juga bekal untuk kembali produktif dan mandiri. Berangkat dari kebutuhan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA).
Program yang telah bergulir di berbagai daerah tersebut kini hadir di Palangka Raya melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan Rumah BUMN. Bertempat di Balai Latihan Kerja Kota Palangka Raya, kegiatan dibuka oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, didampingi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, serta Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak.
Sebanyak 55 peserta yang terdiri atas ahli waris penerima manfaat dan peserta yang memasuki masa persiapan pensiun mengikuti pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, digitalisasi produk, legalitas usaha, hingga praktik pembuatan kerajinan.
"Harapannya agar santunan yang mereka terima ini bisa menjadi modal dan mereka memiliki keahlian untuk bisa berkembang dan melanjutkan kemandiriannya. Walaupun secara regulasi secara undang-undang tugas kami selesai pada saat kami memberikan santunan, tapi kami melihat kami memiliki tanggung jawab moril bagaimana kami memastikan peserta bahkan keluarganya untuk bisa lanjut lebih sejahtera lagi,” Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga :
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng OJK dan Pemda Tingkatkan Literasi Keuangan Penerima Manfaat
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari yang menilai program PEKA mampu meningkatkan nilai manfaat jaminan sosial bagi para peserta.
“Tentu kami Komisi IX DPR RI mengapresiasi ini inovasi baru yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk bisa meningkatkan nilai manfaat ya kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya tentunya ini adalah para ahli waris ataupun juga penerima manfaat dari program Jaminan Hari Tua. Jadi tentu ini satu hal yang positif yang baru dan baik yang dijalankan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Putih Sari.
Hingga saat ini program PEKA telah diikuti lebih dari 1.000 peserta di berbagai daerah di Indonesia. Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak pekerja dan keluarganya memiliki bekal untuk membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.





Komentar (0)