Pesanan Capai Rp45 T, Kenapa Investor RRT Berebut Panda Bond RI?

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah resmi merilis penerbitan pertama kalinya surat utang negara dalam valuta asing berdenominasi Yuan Tiongkok alias Panda Bonds, Kamis (23/7/2026).

Saat penerbitan perdana Panda Bond itu, nilai puncak pesanan (peak orderbook) dari investor di pasar domestik China mencapai CNY 17 miliar atau setara Rp 45,17 triliun (kurs Rp2.657,07/CNY).


Baca: Panda Bond RI Diserbu Investor China, Purbaya Raup Rp18,4 Triliun

Nilai itu membuat bid to cover ratio alias perbandingan antara total nominal penawaran yang masuk dengan nominal surat utang yang diterbitkan mencapai 2,4 kali lipat, karena total penerbitan hanya CNY 7 miliar atau setara Rp 18,59 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto menjelaskan, tingginya permintaan terhadap Panda Bond RI di China menjadi bukti kuatnya kepercayaan investor global terhadap perekonomian tanah air.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi maupun kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia," ucap Suminto dikutip dari keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Bukti dari tingginya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia itu kata Suminot juga terlihat dari ratings AAA/Stable yang diberikan oleh China Lianhe Credit Rating Co., Ltd. untuk penerbitan Panda Bond ini.

Oleh sebab itu, pemerintah mampu menetapkan kupon surat utang RICNY0729 di level 1,90% untuk yang tenor 3 tahun dengan total penerbitan CNY 5,6 miliar, dan tenor 5 tahun seri RICNY0731 sebesar 2,19% dengan nominal penerbitan CNY 1,4 miliar.

Suminto memastikan, hasil penerbitan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026. Besarnya permintaan investor kata dia memungkinkan Pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

"Penerbitan Panda Bond dalam denominasi Yuan Tiongkok juga sangat strategis dalam konteks China sebagai mitra utama perdagangan maupun investasi. Penerbitan Panda Bond ini juga sinergis dengan Local Currency Transaction antara kedua negara yang tumbuh pesat," papar Suminto.

Baca: Purbaya Bilang Rilis Panda Bond Bakal Bikin Rupiah 'Strong'

Sebagai informasi, dalam penerbitan Panda Bond ini, Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner, sedangkan China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited bertindak sebagai Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners.

Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The Export-Import Bank of China bertindak sebagai Co-Managers dalam transaksi ini.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Persiapkan Panda Bond, Purbaya ke China Temui Menkeu China & Investor

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
87 Persen Emiten Sudah Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 tapi Angka Verifikasi Masih Rendah
• 20 jam lalu
0
thumb
Gerakan Nurani Bangsa Temui Sultan HB X, Bahas Lemahnya Penegakan Hukum
• 18 jam lalu
0
thumb
Menlu Sugiono Dorong Optimalisasi Kemitraan ASEAN-Jepang bagi Penguatan Ketahanan Kawasan
• 17 jam lalu
0
thumb
Prabowo Klaim Pemerintah Hemat Rp300 Triliun untuk MBG, Jembatan, dan Sekolah
• 2 jam lalu
0
thumb
OJK Pastikan Standar IFRS untuk Laporan ESG Berlaku Efektif Mulai 1 Januari 2027
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.