Ojol Boleh Antar Jemput Penumpang di Bandara Husein, Ini Syaratnya

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Pengemudi ojek online (ojol) akan diizinkan mengantar dan menjemput penumpang di Bandara Husein Sastranegara setelah bandara tersebut kembali beroperasi. Namun, operasional ojol akan dibatasi melalui mekanisme kuota dan pendaftaran agar aktivitas di kawasan bandara tetap tertib.

Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI M.D. Irman Fathurrahman mengatakan keberadaan ojol dibutuhkan sebagai moda transportasi pendukung yang memudahkan mobilitas penumpang.

Baca Juga
  • Reaktivitasi 95 Persen, Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Penumpang
  • Bandara Husein Sastranegara Segera Beroperasi Kembali, 24 Rute Penerbangan Domestik Dibuka
  • Enam Maskapai Ajukan Rute Jet dari Bandara Husein, Konektivitas Bandung Bersiap Menguat

“Ojol itu salah satu sarana yang mempermudah kita, kita tampung semuanya tetapi tetap dibatasi supaya tidak semrawut ya,” kata Irman.

Menurut dia, Bandara Husein akan menyediakan area khusus bagi pengemudi transportasi daring. Pengemudi yang ingin mengambil penumpang wajib mengajukan permohonan melalui surat resmi kepada koperasi yang mengelola operasional di bandara.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Misalnya hanya lima motor, lima mobil atau sepuluh motor, lima mobil itu ditentukan oleh koperasi,” ujarnya.

Irman mengatakan kuota kendaraan belum ditetapkan karena masih menunggu perkembangan jumlah penumpang setelah Bandara Husein kembali melayani penerbangan.

Sementara itu, kesiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Adapun fasilitas penerbangan seperti runway, taxiway, dan runway light telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menunggu pemeriksaan akhir dari Kementerian Perhubungan.

Ia mengatakan hingga saat ini terdapat tujuh maskapai yang telah mengajukan layanan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, baik penerbangan reguler, internasional regional, maupun kargo. Pengoperasian kembali bandara tersebut ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengapa BI Pilih Bertahan di 5,75 Persen?
• 5 jam lalu
0
thumb
PDIP Jatim Gelar RedTalks, Ajak Generasi Muda Bahas Nasionalisme di Era Digital
• 20 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Indonesia apresiasi upaya pelestarian warisan budaya China
• 23 jam lalu
0
thumb
Sempat Vakum karena OCD Ekstrem, Aliando Syarief Kini Ungkap Cara Jaga Kesehatan Mental
• 4 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo: Dukungan terhadap Kemerdekaan Palestina Tidak Bisa Ditawar
• 27 menit lalu
0
Berhasil disimpan.