CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Suasana penuh keakraban mewarnai Lantai 23 Menara Bosowa, Makassar, pada Jumat (24/7) siang. Founder Bosowa Corporation, HM Aksa Mahmud, menyambut hangat kunjungan silaturahmi Kakanwil DJP Sulselbartra, Imanul Hakim.
Rangkaian pertemuan Aksa Mahmud dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra), Imanul Hakim, diawali dengan salat Jumat bersama di lantai 20 gedung tinggi tersebut.
Aksa Mahmud tampak didampingi oleh jajaran direksi Bosowa Corp, antara lain Head of Business Unit Tuju Wali Wali, Iskandar Mohammad; Direktur Pantai Indah Bosowa (PIB), Rama Juniar S; serta Penasehat Bosowa Peduli, Muslim Salam.
Sementara itu, Imanul Hakim hadir bersama rombongan dari instansi perpajakan, termasuk Direktur Pemeriksaan Keberatan dan Pidana, Muhammad Syukri, serta jajaran KPP Madya yang diwakili Damayanti beserta stafnya.
Usai salat Jumat, keakraban berlanjut ke meja makan. Rombongan Kakanwil DJP Sulselbartra disuguhi ragam hidangan lokal Makassar yang menggugah selera, mulai dari cumi tumis hitam, ikan bakar parape, pallu mara, raca mangga, hingga coto makassar lengkap dengan ketupat dan buras.
Tak hanya jajaran pejabat dan direksi, Aksa Mahmud juga mengajak imam serta khatib salat Jumat untuk ikut bergabung menyantap hidangan siang tersebut dalam suasana kekeluargaan.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk merawat hubungan baik antarlembaga dan tokoh masyarakat di Sulawesi Selatan.
Imanul Hakim menyampaikan rasa terkesannya atas penyambutan hangat dari tokoh senior Sulsel tersebut.
"Sebenarnya kita cuma silaturahmi ya, silaturahmi aja ke Pak Aksa, kan tokoh di sini (Sulawesi Selatan). Dan juga Bosowa itu memang luar biasa," ujar Imanul Hakim.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis dari HM Aksa Mahmud kepada Kepala Kanwil DJP Sulselbartra, Imanul Hakim. Momen itu kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya silaturahmi dan komitmen membangun sinergi antara dunia usaha dan otoritas perpajakan.





Komentar (0)