Pengacara sekuriti FH, Wiradarma Harefa, menyebut kliennya merasa ketakutan hingga sujud minta maaf kepada pengemudi Alphard yang sempat terlibat cekcok dengannya di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," kata Wiradarma saat dihubungi, Jumat (24/7).
Ketakutan FH bukan tanpa alasan. Wiradarma menjelaskan, setelah insiden di lampu merah pelican crossing, kliennya dibawa ke pos polisi di sekitar Bundaran HI. Di sana, diduga terjadi intimidasi.
"Di dalam pos, FH disuruh push up tapi ditolak karena FH belum makan dan baru beberapa hari menjalani operasi, sehingga gak kuat melakukan push up," ungkap Wira.
"Namun sebagai ganti di suruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai," lanjutnya.
Tak berhenti di sana, tiga orang yang naik mobil Alphard itu juga disebut sempat mengancam akan melaporkan FH ke tempatnya bekerja agar dipecat.
"Lalu mereka mengancam melapor di tempat bekerja, biar dipecat, dikatain anj**g sampai FH ketakutan luar biasa, dengan terus menerus mengancam, intimidasi FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," bebernya.
Polisi DalamiKasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, informasi yang beredar masih akan didalami bersamaan dengan penyelidikan atas seluruh rangkaian peristiwa yang viral di media sosial.
“Sedang ditelusuri,” kata Ojo saat dihubungi kumparan, Kamis (23/7).
Tak hanya itu, polisi juga akan mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial bahwa sekuriti tersebut sempat bersujud minta maaf di Pospol Thamrin sebelum persoalan berakhir damai.
“Kita akan klarifikasi,” ujar Ojo.






Komentar (0)