Serap 97% Tenaga Kerja, UMKM Masih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting mengatakan sektor UMKM masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, sektor ini menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.
 
"Kami melihat ternyata UMKM kita itu masih sangat berperan signifikan. Penciptaan lapangan kerja itu 97 persen," ujar Loto dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.
 
Menurut Loto, tingginya kontribusi tersebut menunjukkan peran strategis UMKM dalam menjaga aktivitas ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan di berbagai daerah.
 
Loto mencontohkan pengalaman saat mengunjungi pelaku usaha mikro pengolahan ikan bandeng tanpa duri. Ia mengatakan pelaku usaha tersebut mampu mempekerjakan sekitar 10 hingga 11 warga di lingkungan sekitar setiap hari untuk membantu proses produksi.
 
"Jadi, saya melihat memang porsi untuk menyerap tenaga kerja itu nyata, ya, di lapangan, bahwa ini potensial," ucap dia Menurut Loto, kondisi tersebut menggambarkan besarnya potensi UMKM dalam menciptakan kesempatan kerja di tingkat lokal.
 

Baca Juga :

Pelatihan Ekspor dari BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global


(Pelatihan Ekspor BRI Peduli bantu UMKM mebel asal Sukoharjo meningkatkan kapasitas usaha hingga berhasil menembus pasar global. Foto: dok BRI)
  Genjot kenaikan kelas UMKM  
Loto menilai pemberdayaan UMKM perlu terus diperkuat agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Ia menjelaskan peningkatan skala usaha juga berpotensi diikuti kenaikan upah dan bertambahnya jumlah pekerja yang direkrut.
 
"Dia dapat menyerap tenaga kerja itu besar sekali karena dia akan merekrut tenaga-tenaga yang ada di sekitarnya," kata Loto.
 
Kementerian UMKM mencatat jumlah pelaku usaha berdasarkan Basis Data Tunggal UMKM (BDT-UMKM) per 31 Desember 2025 mencapai 30.209.069 unit usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30.119.928 unit atau 99,70 persen merupakan usaha mikro.
 
Sementara itu, 73.828 unit atau 0,24 persen tergolong usaha kecil, sedangkan 15.313 unit atau 0,05 persen merupakan usaha menengah. Menurut Loto, dominasi usaha mikro menjadi tantangan tersendiri karena sebagian besar pelaku usaha masih membutuhkan dukungan agar dapat berkembang.
 
"Lebih dari 95 persen itu adalah kelas mikro, sehingga mungkin ini yang nanti juga yang berkontribusi terhadap tantangan-tantangan ke depan mengapa UMKM kita ini termasuk yang mungkin perlu penguatan untuk mendorong mereka itu bisa naik kelas," tutup Loto.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wasekjen DPP AMPI: Produk Rapat Pleno IX Cacat Hukum Organisasi & Tak Punya Legitimasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Gubernur Agustiar Sabran Meresmikan Pembangunan Huma Betang, Representatif Budaya Kalteng
• 1 jam lalu
0
thumb
Fakta-Fakta Sidang Perkara Dokter Tifa Terkait Ijazah Jokowi Dihentikan Hakim
• 11 jam lalu
0
thumb
Foto: Aksi Gigih Atlet Sepak Bola Amputasi di Bogor
• 1 jam lalu
0
thumb
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco-Cucun Terima Dialog APKASI
• 59 menit lalu
0
Berhasil disimpan.