Bolehkah Tiup Lilin Saat Ulang Tahun dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perayaan ulang tahun identik dengan kue dan tradisi meniup lilin. 

Namun, tidak sedikit umat Islam yang bertanya-tanya, apakah meniup lilin saat ulang tahun diperbolehkan menurut ajaran Islam?

Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, pernah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. 

Menurutnya, yang terpenting dalam memperingati ulang tahun adalah menjadikannya sebagai momen untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat umur dan kesempatan hidup yang masih diberikan.

Buya Yahya menjelaskan bahwa mengadakan acara syukuran atau selamatan pada hari ulang tahun pada dasarnya tidak menjadi persoalan selama diisi dengan hal-hal yang baik.

"Kalau sebagai selametan, syukuran ya boleh saja. Selametan setiap hari aja boleh. Syukuran karena Allah sudah memberikan umur sampai tahun ini," ujar Buya Yahya.

Ia juga menilai membagikan makanan atau kue kepada keluarga, teman, maupun orang lain dapat menjadi bentuk sedekah yang bernilai kebaikan.

Menurutnya, kue ulang tahun tidak harus dipotong secara simbolis. Kue tersebut bisa langsung dibagikan kepada orang-orang yang hadir sebagai bentuk berbagi rezeki.

"Sebagai sedekah. Kuenya tidak usah dipotong, kan bisa dibagi. Kalau cuma sekadar potong kue tidak masalah, jika tidak diberi makna yang lain," jelasnya.

Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

Buya Yahya: Tiup Lilin Sebaiknya Dihindari

Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam menghindari tradisi meniup lilin saat ulang tahun. 

Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut diyakini berasal dari kebiasaan masyarakat pada masa Yunani Kuno.

Dalam penjelasannya, masyarakat saat itu dipercaya meniup lilin sambil memanjatkan doa dengan keyakinan bahwa asap lilin akan membawa doa mereka kepada dewa-dewi yang mereka sembah.

"Adapun yang tiup lilin itu yang harus dihindari. Kalau baca sejarahnya, kalau tidak salah itu kisah di Yunani Kuno dulu. Keyakinan mereka itu ingin menitip pesan kepada dewa-dewi khayalan mereka di atas sana. Jadi sambil berdoa kemudian ditiup, biar doanya dibawa asap. Kalau betul kisahnya seperti itu ya jangan tiup lilin," tutur Buya Yahya.

Karena itu, ia menyarankan agar umat Islam tidak meniru tradisi yang memiliki latar belakang keyakinan agama lain.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Di Balik Hotman Paris Tinggalkan Kubu Febrie Adriansyah: Posisi Dia Terjepit, Dimusuhi Aparat...
• 15 jam lalu
0
thumb
Kemendagri Jalin Sinergi dengan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi di Daerah
• 1 jam lalu
0
thumb
Aming Ungkap Pengalaman Pribadi Membantu Dalami Karakter di Film "Rumah Singgah"
• 9 jam lalu
0
thumb
KDM: Pelaku Begal-Jambret Tak Boleh Babak Belur, Hadiah Sayembara Bisa Batal
• 5 jam lalu
0
thumb
Polisi California Mengungkap Dugaan Jaringan Penanaman Ganja Ilegal yang Disebut Terkait Kejahatan Terorganisir Tiongkok
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.