BEKASI, DISWAY.ID-- Dugaan penipuan penjualan sembako murah dengan sistem pre-order (PO) di Kota Bekasi terus memakan korban.
Salah seorang korban, Tia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 208.973.000 setelah mengikuti penjualan minyak goreng, beras, dan gula pasir yang ditawarkan dengan harga jauh dibawah pasaran.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Melemah 1,75 Persen ke Level 6.204, LQ45 Juga Turun
Wanita berusia 48 tahun mengatakan, awalnya ia tidak memiliki rasa curiga terhadap pelaku karena penjualan tersebut dikenalkan oleh kakak keluarganya yang telah mengenal pelaku sebagai warga Pengasinan, Kota Bekasi
Berbekal kepercayaan itu, ia mengajukan penawaran agar bisa membeli sembako murah. Tidak disangka, pelanggan yang mengikuti PO itu ternyata banyak juga yang mesan.
"Awalnya kakak ipar saya sudah mengenal pelaku. Saya kemudian ikut memasarkan penawarannya dan ternyata banyak yang berminat, akhirnya saya ikut sistem pre-order," jelas Tia di Bekasi.
BACA JUGA:6 Daftar Event Jakarta di GBK Akhir Pekan 25-26 Juli 2026, Ada Konser Bernadya, Raisa, hingga King Nassar
Ia mulai mengikuti transaksi sekitar 10 April. Pengiriman pertama dilakukan pada 18 hingga 19 April dan berlangsung sesuai kesepakatan.
Selama kurang lebih enam kali transaksi, seluruh pesanan selalu dikirim tepat waktu. Kondisi itu membuat kepercayaan korban semakin tinggi hingga nilai transaksi terus bertambah
Pada awalnya, Tia hanya memesan 20 karton sembako yang seluruhnya diantar ke rumah. Setelah itu jumlah pesanannya meningkat menjadi 60 karton.
Seiring semakin banyaknya permintaan, pesanan Tia bahkan mencapai lebih dari 100 karton. Dalam kondisi tersebut, barang tidak lagi diantar, melainkan diambil langsung menggunakan kendaraan ke rumah ibu pelaku.
BACA JUGA:Israel Bombardir Pengungsian Warga Palestina di Gaza, 2 Orang Tewas
"Harga awal sekitar Rp 216 ribu per karton. Barang masih datang sampai sekitar tanggal 11 atau 12 Juni," ucap dia.
Masalah mulai muncul pada pertengahan Juni. Pesanan yang telah dibayar tidak lagi dikirim meski pelaku berulang kali berjanji akan mengantarkannya.
"Katanya nanti siang, nanti sore dikirim. Kami sudah menyiapkan kendaraan dan tenaga untuk bongkar muat, tetapi barangnya tidak pernah datang," ungkap Tia.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)