Perluasan Adopsi AI di UMKM Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah Triliunan Rupiah bagi PDB

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kehadiran teknologi ini tidak hanya menggantikan peran yang ada, tetapi juga melahirkan berbagai jenis pekerjaan, produk, dan layanan baru.

Perluasan Adopsi AI di UMKM Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah Triliunan Rupiah bagi PDB. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diproyeksikan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Jika diadopsi secara meluas, AI berpotensi menyumbang nilai tambah hingga ratusan triliun rupiah bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Baca Juga:
Wall Street Pekan Ini: Investor Fokus ke Kinerja Induk Google hingga Intel

Vice President Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di kalangan pelaku usaha kecil di Indonesia saat ini masih terbilang rendah. 

Data menunjukkan bahwa baru sekitar 14,5 persen UMKM yang memanfaatkan teknologi AI dalam operasional bisnis mereka.

Baca Juga:
Kolaborasi Dukung Aktivitas Belajar hingga Produktivitas Digital, XLSmart Gandeng Google Gemini

Padahal, jika para pelaku UMKM mengadopsi dan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem usahanya, teknologi ini diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi tambahan sebesar Rp910 triliun. Nilai tersebut setara dengan hampir 4 persen dari total PDB Indonesia.

"Jika bisnis kecil mengadopsi AI, hal itu akan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp910 triliun, yang mencakup hampir 4 persen dari PDB Indonesia," ujar Markham Erickson saat memberikan sambutan dalam acara digital Google di Jakarta, (23/7/2026).

Baca Juga:
Google Luncurkan Fitur Login dengan Video Biometrik, Begini Cara Kerjanya

Selain mendorong nilai tambah ekonomi, integrasi AI di sektor UMKM juga diproyeksikan bakal menciptakan sekitar 500.000 lapangan kerja baru di Tanah Air. 

Kehadiran teknologi ini tidak hanya menggantikan peran yang ada, tetapi juga melahirkan berbagai jenis pekerjaan, produk, dan layanan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Lebih lanjut, Markham menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan terus tumbuh pesat dan berpotensi mencapai nilai USD340 miliar pada 2030, didorong oleh potensi populasi muda yang dinamis.

Guna menjembatani kesenjangan keterampilan digital tersebut, Google mencatat telah melatih lebih dari 380.000 pelajar, pengajar, pengembang, hingga pelaku usaha kecil di seluruh negeri dalam tiga tahun terakhir demi mempercepat transformasi ekonomi digital yang inklusif dan bertanggung jawab.


(Sheqilla Sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 24 Juli: Turun di Rp2.605.000, Buyback Anjlok Rp50.000
• 9 jam lalu
0
thumb
Foto: Massa Gelar Aksi di Kejagung, Desak Febrie Adriansyah Segera Ditahan
• 2 jam lalu
0
thumb
Trump Akan Kenakan Tarif Baru untuk 60 Negara, Jepang-Korsel 12,5 Persen
• 8 jam lalu
0
thumb
John Herdman Tak Sendiri, Piala AFF 2026 Bakal Hadirkan 7 Pelatih Debutan
• 3 jam lalu
0
thumb
Menteri Mukhtarudin Terima Kunjungan Menteri Tenaga Kerja Turki, Bahas Penguatan Kerja Sama Pelindungan Pekerja Migran
• 44 menit lalu
0
Berhasil disimpan.