PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Gubernur Kalimantan Tengah meresmikan pembangunan Huma Betang sebagai pusat pelestarian budaya Dayak.
Pembangunan dimulai dengan pemancangan tiang perdana yang dilaksanakan di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik atau rumah adat tradisional masyarakat Dayak, tetapi merupakan simbol filosofi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan toleransi.
Huma Betang yang dibangun akan menjadi tonggak sejarah peradaban Dayak di dunia. Bangunan tersebut dirancang sebagai simbol pemersatu seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo, sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, budaya, pendidikan, hingga forum berskala nasional maupun internasional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan pembangunan Huma Betang merupakan tindak lanjut arahan dan komitmen Gubernur Kalimantan Tengah untuk menghadirkan pusat pelestarian budaya yang representatif di Kota Palangka Raya.
Seremoni pemancangan tiang perdana Huma Betang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, para asisten dan staf ahli gubernur, tokoh adat, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah, mahasiswa, hingga pelajar.
Baca Juga: Jamwas Kejagung Minta Jangan Ada Bias soal Status Saksi Eks Jampidsus, Begini Penjelasannya
#humabetang #kalteng #dayak #gubernurkalteng
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- huma betang
- gubernur kalteng
- budaya dayak
- noads
- suku dayak
- palangka raya






Komentar (0)