JAKARTA, KOMPAS.TV - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada Jumat (24/7/2026). Harga emas turun Rp35.000 menjadi Rp2.605.000 per gram dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp2.640.000 per gram. Harga buyback juga turun Rp50.000 menjadi Rp2.345.000 per gram.
Penurunan tersebut terjadi ketika harga emas Antam masih bergerak di bawah rekor tertingginya pada akhir Januari 2026.
Setelah sempat menyentuh kisaran Rp3,1 juta per gram, harga emas hingga kini masih berada di level Rp2,5 juta-Rp2,6 juta per gram atau turun hampir 17 persen dari puncaknya.
Sejumlah faktor disebut memengaruhi pergerakan harga, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga The Fed, hingga ketidakpastian geopolitik.
Di tengah pelemahan harga tersebut, psikolog konsumen Irfan Agia menjelaskan mengapa kerugian investasi sering kali terasa lebih menyakitkan dibanding keuntungan, meski nilainya sama.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 24 Juli: Turun di Rp2.605.000, Buyback Anjlok Rp50.000
Menurut dia, kondisi itu merupakan fenomena psikologis yang dikenal sebagai loss aversion.
"Ketika seseorang berinvestasi hanya coba-coba atau ikut tren, otak sudah dibuai dengan iming-iming keuntungan instan yang besar. Ketika kenyataannya hanya untung 5 persen, keuntungan itu justru diterjemahkan sebagai kekecewaan, padahal sebenarnya tetap untung," kata Irfan dalam program Kompas Bisnis di KompasTV, Jumat (24/7/2026).
Menurut Irfan, rasa sakit akibat kerugian menjadi lebih kuat karena banyak orang menggunakan uang yang memiliki kedekatan emosional, seperti tabungan keluarga atau dana kebutuhan sehari-hari, untuk membeli emas.
Akibatnya, penurunan nilai investasi yang relatif kecil pun dapat memicu stres.
Faktor yang membuat kerugian terasa lebih menyakitkan- Loss aversion, yaitu kecenderungan manusia lebih merasakan sakit akibat rugi daripada senang karena untung.
- Ekspektasi keuntungan yang terlalu tinggi, sehingga keuntungan kecil dianggap mengecewakan.
- Kedekatan emosional dengan uang yang digunakan untuk berinvestasi.
- Fear of Missing Out (FOMO) dan herd mentality, yang mendorong orang membeli saat harga tinggi dan ikut menjual ketika harga turun.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- harga emas
- emas Antam
- investasi emas
- loss aversion
- psikologi investasi
- FOMO






Komentar (0)