Program Ini Bisa Membuat PNS dan PPPK Lebih Bahagia, P3K Paruh Waktu Juga

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuat terobosan manajemen ASN melalui program “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga”.

Kepala BKN Zudan Arif optimistis program ini bisa membuat ASN, yang terdiri dari PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu, lebih bahagia.

BACA JUGA: Jangan Sampai PPPK Teknis Merasa menjadi ASN Kelas 2, Pemda Sudah Berupaya

Prof Zudan menjelaskan, program “Mendekatkan Pada Domisili dan Mendekatkan Pada Keluarga” merupakan upaya mewujudkan lingkungan kerja yang berkinerja lebih produktif, efektif, dan berorientasi pada kebahagian dan kesejahteraan pegawai.

Pada tahap awal, program ini sudah mulai diuji coba bagi pegawai BKN dengan menempatkan pegawai yang ada di lingkup Kantor Pusat, Kantor Regional, dan UPT BKN agar bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya.

BACA JUGA: Inilah Kendala Penempatan Guru PNS dan PPPK ke Sekolah Swasta, Oalah

Kebijakan ini, lanjut Prof Zudan, dilatarbelakangi dari keyakinannya bahwa pegawai yang memiliki keseimbangan antara kehidupan keluarga dan pekerjaan (work-life balance) akan mampu memberikan kinerja yang lebih optimal.

Menurutnya, dengan bekerja lebih dekat dengan keluarga, ASN bisa meningkatkan motivasi bekerja sekaligus memiliki ruang yang lebih baik dalam menjalankan peran sebagai orang tua maupun anggota keluarga.

BACA JUGA: Info Terbaru soal Alih Status PPPK Paruh Waktu menjadi Pegawai Penuh, Waduh

“Untuk tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini untuk ASN BKN agar pegawai dapat berkinerja lebih tinggi karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga,” ujar Prof Zudan, Kamis (23/7), dikutip dari keterangan Humas BKN.

Lebih lanjut dikatakan, selain meningkatkan kualitas hidup pegawai, program ini juga menjadi upaya BKN untuk membantu ASN melakukan efisiensi pengeluaran rumah tangga.

Diungkapkan bahwa selama ini tidak sedikit ASN yang harus hidup terpisah dari keluarga karena penempatan kerja sehingga harus menanggung biaya perjalanan, tempat tinggal, maupun kebutuhan rumah tangga di dua lokasi berbeda.

“Dengan penempatan yang lebih dekat dengan domisili, beban tersebut diharapkan dapat berkurang secara signifikan.”

Program ini, kata mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri itu, merupakan bentuk inovasi kebijakan yang relevan dengan kondisi saat ini.

Ketika peningkatan kesejahteraan melalui penyesuaian pendapatan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, ia berharap pengurangan beban pengeluaran menjadi salah satu solusi yang dapat ditempuh tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Program ini untuk sementara masih diterapkan sebagai uji coba di lingkungan internal BKN.

Selama implementasinya ke depan, BKN akan melakukan evaluasi dampaknya terhadap produktivitas pegawai, efektivitas organisasi, serta kualitas layanan kepada masyarakat.

Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi praktik baik (best practice) dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pegawai BKN, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam merancang kebijakan pengelolaan ASN yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pegawai tanpa mengesampingkan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.”

“Semoga program BKN ini bisa menginspirasi pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga. Semoga bermanfaat,” sambung Prof Zudan.

Lewat uji coba program mendekatkan ASN dengan keluarga dan domisili ini, BKN ingin menghadirkan inovasi dalam manajemen ASN yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai aset utama birokrasi.

“Dengan pegawai yang lebih bahagia, lebih dekat dengan keluarga, serta memiliki beban ekonomi yang lebih ringan, diharapkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin meningkat,” pungkas birokrat kelahiran 24 Agustus 1969 itu. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
MK Tegaskan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus: Konsumen Sudah Membayar
• 2 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam: Bandar Narkoba Sasar RI, Kondisi Geografi Jadi Celah Penyelundupan
• 21 jam lalu
0
thumb
Kronologi Pengeroyokan hingga Penusukan yang Tewaskan Pria di Bekasi, Peran Mondy Tatto Terungkap
• 14 jam lalu
0
thumb
Nawang Senja, Kafe Estetik di Kulon Progo yang Punya Vibes Sunset ala Bali-Gaya Hidup
• 2 jam lalu
0
thumb
JPU KPK Tuntut Tiga Terdakwa Kontraktor OTT Dua Tahun Penjara
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.