BEKASI, KOMPAS.com – Polisi mengungkap kronologi tewasnya seorang pria berinisial FA di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Polisi menyebut peristiwa tersebut diawali dari kasus pengeroyokan yang kemudian berlanjut menjadi penusukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi mengatakan, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah salon kecantikan di Kampung Pasar Beras, Desa Kalijaya.
Baca juga: Korban Pengeroyokan yang Viral di Batam Jadi Tersangka untuk Kasus Lain
Saat itu, korban FA menghampiri Dita Restu Amanda (24) alias Mondy Tatto yang sedang menjalani perawatan rambut dengan maksud meminjam sepeda motornya.
Tidak lama kemudian, Doni Dermawan (31) alias Donal tiba di lokasi bersama sejumlah rekannya menggunakan sepeda motor milik Mondy.
"Pada saat Mondy di dalam salon, korban datang. Tidak lama kemudian Donal bersama teman-temannya datang menggunakan motor milik Mondy. Korban mau meminjam motor itu, tetapi tidak diizinkan sehingga terjadi cekcok mulut dan bergulat," ujar Engkus saat ditemui Kompas.com, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Motif Penusukan di Jakbar Terungkap, Dipicu Video Pacar yang Diduga Disebar
Menurut Engkus, sejumlah orang yang berada di lokasi sempat melerai perkelahian tersebut. Namun, saat melihat Donal terdesak, Mondy keluar dari salon dan ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban.
"Mencak-mencaklah si Mondy ini. Akhirnya dia ikut nyeret dan menjambak korban hingga terjatuh. Itu yang videonya beredar di media sosial," kata Engkus.
Setelah itu, para pihak berhasil dipisahkan sehingga pengeroyokan dianggap selesai. Mereka bahkan sempat berdamai dan berkumpul di rumah seorang ketua kelompok anak punk berinisial S hingga sekitar pukul 00.00 WIB sambil mengonsumsi minuman keras.
Baca juga: Sempat Keroyok Mantan Kekasih yang Tewas Dibunuh di Bekasi, Mondy Tatto Jadi Tersangka
"Padahal sudah selesai di situ. Sudah berdamai lah, dan sempat dilerai, baru kemudian muncul peristiwa baru," ujar Engkus.
Namun, beberapa jam kemudian situasi kembali memanas. Sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan menuju kontrakan Mondy di Kampung Jati Baru, Desa Kalijaya. Di lokasi itu kembali terjadi cekcok antara FA, Mondy, dan Donal.
Saat keributan berlangsung, Darmin (26) yang merupakan mantan kekasih Mondy mengetahui konflik tersebut dan ikut masuk ke dalam kontrakan.
Baca juga: Profil Caesar Hito, Si Mondy di Sinetron Anak Jalanan
Polisi mengungkapkan, sebelum datang ke lokasi Darmin telah meminjam sebilah pisau dari rekannya dengan alasan berjaga-jaga karena mengetahui korban merupakan warga sekitar.
"Tersangka bilang, 'Lu kalau berani jangan sama cewek'. Setelah cekcok mulut, Darmin memukul korban menggunakan botol dan tabung gas hingga mengenai kepalanya. Pisau yang sebelumnya disimpan kemudian diambil dan ditusukkan ke korban di bagian punggung," kata Engkus.
Usai ditusuk, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke kontrakan temannya yang berjarak sekitar tiga petak dari lokasi pertama. Namun, Darmin terus mengejar korban dan kembali melakukan penusukan.
Baca juga: Penusukan Pria di Menteng Bukan Perampokan, Diduga Percobaan Pembunuhan Berencana






Komentar (0)