Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyayangkan Femas (22) peserta tur asal Madiun yang diduga kabur saat mengikuti perjalanan wisata ke Korea Selatan (Korsel). Dia menyebut ulah Femas bisa memengaruhi citra dan kepercayaan negara lain terhadap wisatawan asal Indonesia.
"Tindakan seperti ini bukan hanya menjadi persoalan hukum bagi yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi memengaruhi citra Indonesia serta tingkat kepercayaan negara mitra terhadap wisatawan maupun pemegang paspor Indonesia," kata Dave kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Dia mendukung langkah Kemlu RI dan KBRI Seoul untuk terus memberikan pendampingan kepada Femas sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah Korsel.
"Perlindungan terhadap WNI di luar negeri merupakan tanggung jawab negara, namun pada saat yang sama setiap WNI juga memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum dan peraturan negara tempat mereka berada," ucapnya.
Menurut Dave, peristiwa ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Ke depan, dia meminta pemerintah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai konsekuensi penyalahgunaan visa maupun izin kunjungan, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan penyelenggara perjalanan agar setiap peserta memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya selama berada di luar negeri.
"Langkah pencegahan seperti ini akan jauh lebih efektif daripada menangani persoalan setelah pelanggaran terjadi," ujarnya.
Lebih lanjut, Dave mengimbau seluruh WNI yang akan bepergian ke luar negeri agar senantiasa mematuhi aturan keimigrasian dan hukum setempat. Sebab, kata dia, setiap warga negara pada dasarnya membawa nama baik Indonesia.
"Karena itu, menjaga integritas, mematuhi aturan negara tujuan, dan menggunakan dokumen perjalanan sebagaimana mestinya merupakan wujud tanggung jawab sebagai warga negara sekaligus kontribusi dalam menjaga hubungan baik Indonesia dengan negara-negara sahabat," kata Dave.
"Komisi I DPR RI akan terus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pelindungan WNI sekaligus menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional," imbuhnya.
(fas/eva)






Komentar (0)