Harga Emas Jeblok 2% di Tengah Keperkasaan Dolar dan Minyak

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Chicago: Harga emas dunia ditutup melemah sekitar dua persen pada perdagangan Kamis waktu setempat setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua pekan pada sesi sebelumnya.
 
Pelemahan dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah lonjakan harga minyak yang kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
 
Mengutip Investing.com, Jumat, 24 Juli 2026, harga emas spot turun 2 persen menjadi USD4.049,56 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas melemah 2,4 persen menjadi USD4.052,40 per troy ons.
 
Padahal, harga emas sempat menguat sekitar 3 persen sepanjang perdagangan Selasa dan Rabu. Kenaikan tersebut didorong aksi beli teknikal setelah logam mulia berulang kali menguji level psikologis USD4.000 per troy ons pada pekan lalu.
 

Baca Juga :

Harga Minyak Dunia Melonjak, Brent Tembus USD100/Barel
  Lonjakan harga minyak perkuat kekhawatiran inflasi  
Tekanan terhadap harga emas juga dipengaruhi lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Brent kembali menembus level USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak 26 Mei setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
 
Insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Perusahaan pelacak pelayaran Kpler memperkirakan kapasitas penyulingan minyak di pantai barat Arab Saudi sebesar 1,9 juta barel per hari berpotensi terdampak apabila serangan terus berlanjut.
 
Selain itu, Kpler melaporkan jumlah kapal yang dipastikan melintasi Selat Hormuz turun sekitar 75 persen. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terganggunya distribusi energi dari kawasan Teluk.
 
Di tengah situasi tersebut, Komando Pusat AS dilaporkan melanjutkan operasi militernya terhadap Iran, sementara Teheran mengklaim telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan.
 
Presiden AS Donald Trump juga mengecam serangan Houthi dan memperingatkan Iran akan dimintai pertanggungjawaban apabila kelompok tersebut kembali menyerang kapal-kapal Arab Saudi.


(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat  
Lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi sehingga pelaku pasar mulai memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed semakin besar.
 
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 29 Juli turun menjadi sekitar 66 persen, dari sekitar 88 persen sepekan sebelumnya.
 
Sebaliknya, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin meningkat menjadi hampir 34 persen, dibandingkan sekitar 12 persen pada pekan lalu.
 
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Selain itu, penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Laurin Ulrich Disebut Masuk Radar Pembahasan dan Rumor Naturalisasi Timnas Indonesia
• 14 jam lalu
0
thumb
Gubernur Kalteng Resmikan Pembangunan Huma Betang, Jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak
• 2 jam lalu
0
thumb
Survei LSI: Kepuasan Publik atas Kinerja Dedi Mulyadi Capai 95,4 Persen
• 23 jam lalu
0
thumb
Ucapan Bintang Hyundai Hillstate Ini Bikin Megawati Hangestri Jadi Sorotan, Harapan Juara V-League Menguat
• 21 jam lalu
0
thumb
Rekam Jejak Timnas Kamboja di Piala AFF, Mampukah Bikin Kejutan di Edisi 2026?
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.