JAKARTA, DISWAY.ID - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota menyoroti adanya surat penawaran kerja sama yang dikirim Tempo Media Group kepada pihaknya.
Joao Mota mempublikasikan dokumen tersebut hingga akhirnya beredar luas di media sosial.
Awalnya, polemik muncul karena surat itu beredar di tengah intensitas pemberitaan kritis mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta aktivitas Agrinas Pangan Nusantara.
Surat yang bertanggal 7 Juli 2026 itu juga terlihat ditandatangani oleh Direktur Utama (CEO) PT Info Media Digital (Tempo Digital), Wahyu Dhyatmika.
BACA JUGA:Alasan Petinggi dan Kader Nasdem Geruduk TEMPO: Cover Surya Paloh Merendahkan Martabat Partai!
Dalam dokumen tersebut, Tempo Media Group mengajukan permohonan audiensi kepada Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, untuk membahas peluang kerja sama dalam bentuk advertorial.
Menanggapi beredarnya surat tersebut, Joao Mota mengaku kecewa karena menurutnya isu tersebut dapat memunculkan persepsi publik mengenai independensi media.
"Jujur sejujurnya saya kecewa. Saya sedih karena Tempo selama ini saya anggap adalah kontrol yang paling baik bagi saya, kok sekarang malah mengajukan malah mengajukan hal-hal seperti itu, itu benar-benar menistakan seperti itu," ujar Joao Mota, dikutip dari kanal YouTube Man Of Our Time pada Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengaku tidak menyangka menerima tawaran kerja sama di tengah pemberitaan yang sedang ramai mengulas Agrinas dan berbagai program yang dijalankan perusahaan tersebut.
Menurut Joao, selama ini ia menaruh penghormatan terhadap independensi Tempo sebagai salah satu media nasional. Karena itu, munculnya surat penawaran tersebut dinilai menjadi preseden yang tidak diharapkannya.
"Saya kecewanya karena Tempo Media yang selama ini saya banggakan dan hormati. Menurut saya independensi mereka jaga itu harganya mahal. Jadi ini preseden tidak baik," katanya.
BACA JUGA:TEMPO Minta Maaf Soal Cover Surya Paloh, Nasdem Menyambut Baik
Polemik tersebut juga mengingatkan pada peristiwa serupa beberapa tahun sebelumnya ketika Tempo mengirim surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait peluang kerja sama publikasi mengenai capaian pemerintah.
Saat itu, Wakil Pemimpin Redaksi Tempo, Bagja Hidayat, menjelaskan bahwa surat tersebut merupakan tindak lanjut atas tawaran komunikasi yang sebelumnya disampaikan oleh pihak Kementerian Kominfo mengenai publikasi berbayar.
Di tengah perdebatan yang berkembang, seorang jurnalis media online di Jakarta, Erik Erfinanto, turut memberikan pandangannya mengenai polemik tersebut.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)